Berita Terkini
Internasional

Perpanjang Genjatan Senjata, 30 Sandera Palestina Ditukar dengan 12 Sandera Israel

Oleh Haeruddin · Kamis, 30 November 2023 15:41 WIB · 2 menit baca
Perpanjang Genjatan Senjata, 30 Sandera Palestina Ditukar dengan 12 Sandera Israel
Warga Palestina yang meninggalkan Gaza utara berjalan di sepanjang Jalan Salah al-Din di pinggiran selatan Kota Gaza. ( (Mahmud Hams/AFP))

PUBLIKSATU, - Hamas dan Israel telah resmi memperpanjang gencatan senjata melalui perundingan secara tidak langsung yang dimediasi oleh Qatar dan Mesir, pada Senin (27/11).

Sebelumnya, dalam empat hari gencatan senjata, total 200 sandera telah berhasil dibebaskan oleh masing-masing pihak, dengan rincian, 150 sandera Palestina dan 50 sandera Israel.

Baca Juga: Kunjungan Elon Musk di Israel dan Bertemu Netanyahu Tuai Pro Kotra

Meski begitu, utusan Perancis dari PBB, Nicolas de Riviere mengatakan gencatan senjata masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan di Gaza.

Perpanjangan gencatan senjata ini lah yang akhirnya dapat dijadikan jalan keluar untuk permasalahan yang menimpa Gaza tersebut agar bisa mendapatkan lebih bantuan kemanusiaan dan membebaskan lebih banyak lagi tawanan.

Pembebasan pertama setelah kedua belah pihak menyetujui perpanjangan gencatan senjata selama dua hari, telah dimulai sejak Selasa (28/11).

Dikutip JawaPos.com dari Aljazeera, sebanyak 30 sandera Palestina dan dua belas sandera Israel telah berhasil ditukarkan pada gencatan senjata hari kelima ini.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari voi.id, 30 sandera Palestina yang dibebaskan itu terdiri dari 15 perempuan dan 15 anak-anak.

Sementara itu, dua belas sandera Israel yang dibebaskan pada gencatan senjata tahap kelima terdiri dari sepuluh warga Israel dan dua warga negara asing.

Selain pertukaran sandera antara kedua belah pihak, terdapat lebih dari 54 ribu pon (sekitar 24.494 kilogram) bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza yang diterbangkan oleh AS.

Warga Palestina yang tinggal di Gaza, masih berharap adanya perpanjangan gencatan senjata kembali, karena masih kurangnya pasokan bantuan di wilayah yang dibombardir. (jpg)