Darurat, Rumah Sakit di Gaza Selatan Sudah Berada di Ambang Keruntuhan

PUBLIKSATU, - Rumah sakit di wilayah tengah dan selatan Gaza mencapai titik kritis dalam penanganan pasien selama konflik antara Israel dan Hamas.
Menurut Doctors Without Borders dan Organisasi Kesehatan Dunia, Rumah Sakit Al-Aqsa di Gaza tengah dan Rumah Sakit Nasser di Gaza selatan menghadapi kesulitan besar dan harus memprioritaskan pasien dengan kondisi yang mengancam jiwa.
Baca Juga: Tiongkok Mulai Operasikan Reaktor Nuklir Generasi Keempat
Katrien Claeys, pemimpin tim MSF di Gaza, mengungkapkan bahwa dalam 48 jam terakhir, lebih dari 100 orang tewas dan lebih dari 400 orang terluka telah diterima di unit gawat darurat Rumah Sakit Al-Aqsa.
Suara pemboman terus terdengar di sekitar mereka, dan beberapa pasien harus segera menjalani operasi dilaporkan dari abcnews, Kamis (07/12).
"Pasien yang kami tangani menunjukkan gejala infeksi dan jaringan yang mati karena mereka tidak mendapatkan pergantian perban luka selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu," ungkapnya.
Menurut MSF, Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, yang menjadi tempat perawatan banyak pasien trauma dan luka bakar, mengalami arus pasien yang tak berkesudahan dan sekarang berada pada puncak kesulitan.
“Rumah sakit menerima sejumlah besar pasien yang mengalami luka parah hampir setiap jam,” ujar Chris Hook, koordinator medis MSF di Khan Younis, dalam pernyataan resminya.
"Ketersediaan ruang telah habis – kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Semua orang merasa cemas mengenai perkembangan selanjutnya."
WHO menyatakan bahwa staf medis saat ini merawat pasien dua hingga tiga kali lipat dari kapasitas normal rumah sakit. Mereka menggambarkan situasi di Rumah Sakit Nasser sebagai "bencana," ditandai dengan overcapacity di unit gawat darurat, pasien yang harus dirawat di lantai rumah sakit, dan kekurangan tenaga kesehatan.
Gencatan senjata sementara antara organisasi Hamas dan Israel berakhir pada Jumat (08/12) pagi, dan serangan udara Israel terhadap Gaza dilanjutkan.
Pengakhiran gencatan senjata terjadi setelah Hamas melepaskan lebih dari 100 tawanan dari lebih dari 200 orang yang diambil alih dalam serangan pada 7 Oktober.
Sejak hari Jumat, pasukan Israel telah mendekat ke wilayah sekitar Khan Younis, dan pasukan darat kini melakukan operasi di dalam dan sekitar kota utama di Gaza selatan, demikian disampaikan oleh seorang pejabat militer Israel kepada ABC News.
Pada sisi lain, jumlah korban tewas mencapai setidaknya 16.248 orang, termasuk 1.240 orang yang meninggal sejak gencatan senjata sementara berakhir pada hari Jumat (8/12).
Sedangkan, 42.000 orang dilaporkan terluka sejak 7 Oktober menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola oleh Hamas di Gaza dan kantor media pemerintah Hamas.