Bawaslu Surabaya Bakal Panggil Kaesang Terkait Dugaan Kampanye Lewat Konser Musik di Tugu Pahlawan

PUBLIKSATU, SURABAYA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya tengah menyelidiki adanya dugaan kampanye terselubung dalam sebuah acara musik di Tugu Pahlawan.
Dilansir dari radarsurabaya.jawapos.com pada Sabtu (9/12), acara bertema "Goyang Santuy Bareng SBI" itu digelar oleh Solidarity Bikers Indonesia (SBI).
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Bawaslu Kota Surabaya, Novli Bernado Thyssen, menyatakan bahwa event yang diduga sebagai kampanye berlangsung pada Rabu (6/12) lalu.
"Sebelum terselenggara, sudah diperingatkan untuk tidak menyelenggarakan kegiatan kampanye," ujarnya pada Jumat (8/12).
Novli mengaku pihaknya memantau langsung jalannya acara tersebut dengan tujuan pengawasan dalam upaya pencegahan potensi pelanggaran pemilu.
Selama event berlangsung, tidak ditemukan adanya pelanggaran.
“Kami turun ke lapangan untuk melakukan fungsi pengawasan demi pencegahan potensi pelanggaran pemilu selama kegiatan berlangsung.”
“Kami menghimbau seluruh penyelenggara agar tidak ada kegiatan kampanye dalam konser tersebut,” terangnya.
Dia menyebut acara tersebut berjalan sesuai aturan hingga selesai sekitar pukul 22.00 WIB. Novli memastikan tidak ada seruan kampanye dari Kaesang Pangarep.
“Yang saya amati hingga pukul 22.00 WIB, Pak Kaesang hadir tetapi tidak memberikan orasi apa pun di atas podium,” terangnya.
Meskipun begitu, menurutnya, Bawaslu Kota Surabaya perlu memastikan unsur keterkaitan lainnya karena pihaknya menemukan beberapa atribut kampanye dan alat peraga kampanye (APK).
APK tersebut terpasang di pintu masuk Tugu Pahlawan. "Termasuk kehadiran beliau (Kaesang Pangarep, Red), akan menjadi dasar Bawaslu untuk mendalami kegiatan kemarin," ungkap Novli.
Dia menambahkan bahwa Bawaslu Kota Surabaya akan meminta klarifikasi dari penyelenggara terkait tujuan kegiatan dan peran Kaesang Pangarep dalam acara tersebut.