Nasional

Tekan Inflasi, Pemkab Butur Gelar Pasar Murah Keliling

Oleh Ramli Akhmad · Rabu, 13 Desember 2023 03:26 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Tekan Inflasi, Pemkab Butur Gelar Pasar Murah Keliling
Pasar Murah keliling di Buton Utara (ist)

PUBLIKSATU, BURANGA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Utara (Butur) melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemkab Butur menggelar pasar murah keliling di enam kecamatan, Senin (11/12/2023).

Pasar murah yang kelima kalinya digelar di Kecamatan Kulisusu Barat (Kulbar) di halaman Kantor Camat. Dalam rangka mengendalikan inflasi daerah dan stabilisasi harga kebutuhan pokok pangan masyarakat.

Perum Bulog Kabupaten Buton Utara, menggelar pasar murah keliling di enam Kecamatan. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan di empat Kecamatan diantaranya, Kulisusu Utara, Wakorumba Utara, Kambowa dan Kecamatan Bonegunu.

Pasar murah yang kelima kalinya digelar di Kecamatan Kulisusu Barat (Kulbar), dihadiri Bupati Butur Dr. H. Muhammad Ridwan Zakariah, M.Si., bersama para Staf Ahli Bupati dan Asisten Setda, Pimpinan OPD beserta Camat dan Kapolsek Kulbar, Letda Pehkri.

Mantan Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara ini mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi perhatian pemerintah, sebagaimana diinstruksikan oleh Presiden RI. Diantaranya masalah inflasi, kemiskinan dan masalah stunting. Diantara masalah tersebut yang paling mempengaruhi masalah lainnya adalah masalah inflasi.

"Inflasi berkorelasi dengan stunting, serta stunting itu sendiri berdampak kepada penurunan kualitas sumber daya manusia, hingga menyebabkan kemiskinan, hal ini sangat berkaitan," ucap Ridwan.

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Buton ini menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab inflasi, pertama menurunnya nilai ekonomi karena nilai produksi kurang, kemudian infrastruktur jalan kurang mendukung dan minimnya kesempatan kerja.

Namun demikian, Ketua KONI Butur ini mengingatkan bahwa Negara bertanggung jawab pada setiap peristiwa yang ada, dan program pasar murah ini menjadi salah satu upaya strategis Pemerinta dalam menekan inflasi di daerah. Pemerintah bersama Perum Bulog hadir untuk memastikan dan menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga pangan, termasuk daya beli masyarakat serta mendukung kelancaran distribusi dan stabilitas perekonomian di daerah.

Amatan media ini, komoditas bahan pokok yang dijual pada pasar murah tersebut, yakni beras dengan harga Rp 54.000 per lima kilogram (kg), minyak goreng Rp.14.000 per liter, telur Rp.50.000 per rak, bawang merah dan bawang putih Rp.30.000 per kg.

Dalam pasar murah ini TPID menyiapkan komoditas bawang merah sebanyak 200 kg per Kecamatan, bawang merah 200 kg per Kecamatan, bawang putih 50 kg per Kecamatan, minyak goreng 300 liter per Kecamatan, telur 500 rak per Kecamatan serta beras 2 ton per Kecamatan. (mus)

Bagikan