Myanmar Kini Jadi Negara Sumber Opium Dunia Selain Afganistan

PUBLIKSATU, - Laporan dari PBB pada Selasa (12/12), mengungkapkan posisi Myanmar kini menjadi sumber opium terbesar di dunia. Negara di kawasan Asia Tenggara itu menggeser posisi Afganistan akibat ketidakstabilan dalam negeri dan penurunan budi daya.
Dilansir dari Reuters pada Rabu (13/12), Budi daya opium turun hingga sebesar 95 persen di Afghanistan setelah pelarangan narkoba oleh Taliban pada tahun 2022.
Kondisi tersebut telah menyebabkan pasokan global opium beralih ke Myanmar.
Menurut laporan PBB yang menangani kasus narkoba dan kejahatan, petani opium Myanmar kini memperoleh penghasilan sekitar 75 persen lebih banyak, karena harga rata-rata bunga opium telah mencapai sekitar USD 355 atau setara dengan Rp 5,5 juta per kg.
Area budi daya petani opium juga telah meningkat hingga sebesar 18 persen dari 40.100 hektare wilayah garapan menjadi 47.000 hektare.
"Hasil panen meningkat sebesar 16 persen menjadi 22,9 kg per hektare karena praktik pertanian yang lebih canggih," ujar laporan dari UNODC.
Kawasan budi daya opium paling luas dan berkembang di wilayah Myanmar di negara bagian Shan utara diikuti Negara bagian Chin dan Kachin.
Pihak Junta Myanmar tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters terkait sumber opium dunia tersebut. (jpg)