Berita Terkini
Nasional

Tidah Puas dengan Jawaban Prabowo Soal Putusan MK, Anies: Ordal Itu Menyebalkan, Ada di Mana-Mana

Oleh Ramli Akhmad · Rabu, 13 Desember 2023 11:59 WIB · 2 menit baca
Tidah Puas dengan Jawaban Prabowo Soal Putusan MK, Anies: Ordal Itu Menyebalkan, Ada di Mana-Mana
Anies Baswedan serang balik Prabowo karena tak puas dengan jawaban Prabowo Subianto terkait tanggapannya soal putusan Mahkamah Konstitusi terhadap putusan batas usia capres-cawapres (jawa pos)

PUBLIKSATU, JAKARTA - Capres nomor urut 1 Anies Baswedan tak puas dengan jawaban Prabowo Subianto terkait tanggapannya soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap putusan batas usia capres-cawapres yang memuluskan jalan Gibran Rakabuming Raka untuk menjadi cawapresnya dalam Pilpres 2024. Karena itu, Anies tunjukkan kemarahanya terhadap Ordal (orang dalam yang gentayagan di mana.

Kemarahannya itu disampaikan di depan Prabowo Subianto ketika memberikan tanggapan balik atas jawaban Prabowo saat saling sanggah dalam debat capres-cawapres perdana di KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/12). Ia menyebut bahwa adanya Ordal di tingkat penentuan capres menyebalkan.

"Ordal ini menyebalkan," kata Anies dengan nada sangat seius bahwkan marah saat menanggapi jawaban Prabowo yang menyerahkan ke publik untuk memilihnya usai putusan MKMK yang sebut ada pelanggaran etik berat yang membuat Gibran bisa menjadi cawapresnya.

Saat ini, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan bahwa hampir di seluruh bidang pekerjaan selalu melibatkan orang dalam.

"Mau jadi guru ordal, mau daftar sekolah ada ordal, mau dapet tiket untuk konser ada ordalnya. Ada ordal di mana mana," tegasnya.

"Membuat meritokratik tak berjalan, yang membuat etika luntur, dan ketika fenomena ordal itu bukan hanya di masyarakat, tapi di proses yang paling puncak terjadi ada ordal, maka rakyat kebanyakan, dan ini saya rasakan," imbuh Anies.

Capres yang diusung Koalisi Perubahan itu menceritakan bahwa dirinya mendapat laporan ada guru yang mengeluhkan proses pengangkatan guru yang mengharuskan adanya orang dalam.

"Lalu apa jawabannya? (Guru itu mengatakan) 'Atasan saya bilang, 'wong di Jakarta aja pake ordal. Kenapa kita yang di bawah gak boleh pake ordal?'" ucap Anies.

"Negeri ini rusak apabila tatanan itu hilang," pungkasnya.