Soal Gaza, PM Irlandia Desak para Pemimpin Uni Eropa untuk Ambil Sikap

PUBLIKSATU, - Perdana Menteri (PM) Irlandia Leo Varadkar mendesak para pemimpin Uni Eropa supaya mengambil sikap yang lebih tegas dan menyerukan mengakhiri pertempuran antara Hamas dan Israel di Gaza.
Hal tersebut disampaikan Leo Varadkar dalam pidatonya pada pertemuan puncak Uni Eropa saat itu mereka membahas perihal Ukraina, Selasa (12/12).
"Saya pikir Uni Eropa telah kehilangan kredibilitas karena ketidakmampuan kami untuk mengambil posisi yang lebih kuat dan lebih bersatu terhadap Israel dan Palestina," ujar Leo Varadkar dilansir laman Aljazeera.
"Kami telah kehilangan kredibilitas di negara-negara Selatan, yang sebenarnya adalah sebagian besar dunia, karena apa yang dianggap sebagai standar ganda. Dan sejujurnya, ada benarnya juga," lanjutnya.
Sebelum pertemuan tersebut berlangsung, Leo Varadkar, Perdana Menteri Spanyol, Belgia, dan Malta mereka menulis surat yang ditujukan kepada Presiden Dewan Eropa Charles Michael meminta untuk mengadakan ‘diskusi serius’.
Topik dalam diskusi serius tersebut membahas mengenai perang Israel-Hamas dan bencana kemanusiaan yang terjadi di Gaza.
"Kita harus segera menyerukan kepada semua pihak untuk mendeklarasikan gencatan senjata kemanusiaan yang abadi yang dapat mengakhiri permusuhan," isi surat dari keempat pemimpin tersebut.
Pernyataan ini muncul setelah mayoritas negara yang diwakili dalam Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan suara mendukung resolusi untuk menyerukan gencatan senjata kemanusiaan di Gaza.
Serangan Israel ke Gaza ini sudah menyebabkan 18.000 warga Palestina meninggal dan sebagian besar yakni perempuan dan anak-anak.
Resolusi ini sudah disahkan dengan 153 negara mendukung, 23 abstain, dan 10 negara menolak untuk gencatan senjata di Gaza.
Saat pemungutan suara di PBB pada Selasa (12/12), 17 negara Uni Eropa termasuk di antara mereka yang mendukung gencatan senjata di bulan Oktober lalu. Hanya ada delapan negara saja yang mendukung resolusi untuk menyerukan gencatan senjata.
Varadkar mengatakan bahwa gencatan senjata ini bisa mengarah untuk proses perdamaian bagi Palestina.