Berita Terkini
Nasional

Warga Palu Keluhkan Netralitas Aparat Pada Capres Ganjar Pranowo

Oleh Djumaluddin, Publik Satu · Minggu, 17 Desember 2023 16:52 WIB · 3 menit baca
Warga Palu Keluhkan Netralitas Aparat Pada Capres Ganjar Pranowo
TOKOH AGAMA: Ganjar Pranowo berziarah ke makam Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau lebih dikenal dengan nama Guru Tua di kompleks masjid Alkhairaat, Senin (4/12). (TIM MEDIA GANJAR PRANOWO)

PUBLIKSATU, PALU - Calon presiden (capres) Ganjar Pranowo bertemu dengan ratusan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Palu, Sulawesi Tengah, pada Senin (4/12). Dalam pertemuan itu, Ganjar menerima kegelisahan para tokoh se-Sulteng terkait netralitas pemerintahan di Pemilu Presiden 2024.

"Saya senang bisa bertemu bapak, ibu semuanya. Para tokoh agama, tokoh masyarakat yang pasti menjadi kepercayaan masyarakat di tempatnya masing-masing. Jadi, hari ini saya mau mendengar masukan, kritik, dan usulan dari bapak, ibu semua," ucap Ganjar mengawali sambutannya.

Sejumlah saran, kritik, dan masukan langsung disampaikan para tokoh agama dan tokoh masyarakat tanpa ragu. Mereka bisa dengan bebas menyampaikan pendapatnya tanpa ada rasa takut dan tak ada sekat. Misalnya, Shauqy Maskati yang menyampaikan kegelisahannya terkait Pemilu 2024. Dia menyoroti netralitas pemerintahan yang terjadi saat ini.

’’Pak Ganjar, menjelang pemilu saat ini, yang paling penting adalah menjaga netralitas penguasa dalam pelaksanaan pemilu. Kami ingin pemilu berjalan netral tanpa ada intimidasi dari mana pun,’’ ucap salah seorang tokoh masyarakat itu.

Ada juga persoalan pendirian tempat ibadah, UMKM, pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Ganjar mendengarkan dengan saksama masukan dan harapan yang diberikan. ’’Tadi ada masukan terkait kepentingan kelompok agama, bagaimana rumah ibadah yang bisa dibuat dengan mudah, semuanya juga fair, tidak dipersulit, itu tentu saja bagian dari kita menjaga NKRI,’’ ucap Ganjar.

Ganjar meminta agar masyarakat mencatat dan melaporkannya jika melihat aparat yang tidak netral. ’’Tadi ada Bawaslu, sudah ada PR soal cerita netralitas. Teman-teman tidak usah banyak gelisah, dengarkan baik-baik, apa yang terjadi dicatat, dilaporkan, kita di TPN, di TPD juga sudah punya tempat pengaduan sehingga kami follow up. Kita minta dan saya yakin para petugas pasti akan netral,’’ tuturnya.

Cara kampanye Ganjar itu mendapatkan apresiasi dari tokoh agama dan tokoh masyarakat Sulteng. Mereka senang karena Ganjar mau mendengarkan masukan dan kritik yang membangun demi Indonesia daripada banyak bicara dan mengumbar janji. ’’Beliau tidak mengumbar janji, tapi lebih banyak mendengarkan. Pemimpin yang mau mendengar itu jarang sekali,’’ ucap Made, tokoh agama.

Dalam kesempatan itu, Ganjar Pranowo juga berziarah ke makam Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau lebih dikenal dengan Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri atau Guru Tua di kompleks Masjid Alkhairaat, Jalan Sis Aljufri, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Guru Tua merupakan seorang tokoh pejuang bidang pendidikan agama Islam di Provinsi Sulteng.

Guru Tua lahir di Tarim, Hadramaut, Yaman, 15 Maret 1892, dan meninggal di Palu, Sulawesi Tengah, 22 Desember 1969 pada umur 77 tahun. Dia dianggap sebagai inspirator terbentuknya sekolah di berbagai jenis dan tingkatan di Sulawesi Tengah yang dinaungi organisasi Alkhairaat. Pada 2014, nama Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri juga diabadikan sebagai nama baru bandara Kota Palu.