Berita Terkini
Nasional

Optimalkan Dua Sumber Gas Jumbo, SKK Migas Dorong Investor Percepatan Investasi

Oleh Haeruddin · Sabtu, 30 Desember 2023 22:16 WIB · 2 menit baca
Optimalkan Dua Sumber Gas Jumbo, SKK Migas Dorong Investor Percepatan Investasi
ILUSTRASI: Ladang migas di laut lepas.

PUBLIKSATU, - Indonesia bakal mendapat pasokan sumber gas baru. Lokasinya di laut Kalimantan Timur (Kaltim) dan sebelah utara Sumatera.

Untuk mengoptimalkan dua sumber gas besar itu, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendorong para investor melakukan percepatan investasi untuk menggarapnya.

Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Benny Lubiantara menuturkan, mayoritas investor migas yang hendak melakukan ekplorasi akan memilih wilayah kerja yang sudah memiliki infrastruktur dan lebih dekat dengan pasar.

"Hal ini perlu menjadi pertimbangan agar setiap temuan ini bisa segera dioptimalkan,” ujar Benny Lubiantara di Jakarta dalam keterangannya yang diterima JawaPos.com pada Sabtu (30/12)

Sebagaimana diketahui, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Mubadala Energy, perusahaan asal Uni Emirat Arab mengumumkan penemuan besar cadangan gas bumi in place di Wilayah Kerja (WK) South Andaman dengan potensi lebih dari 6 TCF (trillion cubic feet).

Temuan gas jumbo itu berasal dari sumur Eksplorasi Layaran-1. Lokasi tersebut berada di sekitar 100 kilometer lepas pantai Sumatera bagian utara.

Wilayah Kerja South Andaman merupakan wilayah kerja (WK) migas yang dilelang pada 2018 dan baru diteken kontrak pengelolaannya oleh Kementerian ESDM dan Mubadala Energy pada Februari 2019 dengan menggunakan mekanisme kontrak gross split.

Sebelumnya ENI, perusahaan migas asal Italia, juga menyatakan adanya penemuan cadangan gas in place dari sumur eksplorasi Geng North-1 di WK North Ganal sebesar 5 TCF dengan kandungan kondensat diperkirakan mencapai 400 Mbbls. Wilayah Kerja migas ini berlokasi sekitar 85 kilometer dari lepas pantai Kalimantan Timur.

Benny berharap investor asing kembali melirik dan memasukkan Indonesia sebagai portofolio investasi ke depan. Dia menyampaikan perlu ada perbaikan dari sisi fiscal term maupun non fiscal term (ease of doing business).

“Kita perlu melakukan perbaikan yang benar-benar baik, artinya, perbaikan tersebut bisa meningkatkan daya pikat investasi Indonesia, mengingat saat ini kita tengah dalam kondisi bersaing dengan negara-negara lain,” ujarnya.

Setelah penemuan itu, Benny mengharapkan adanya percepatan proses menuju onstream. Jika sesuai dengan rencana, pada 2028-2029 proyek South Andaman sudah mulai onstream.

“Tahun 2024 akan dimulai appraisalnya, 2025-2026 sudah Plan Of Development (POD) dan di 2028-2029 sudah onstream,” kata dia.

Sementara itu, Presiden Direktur Mubadala Energy Indonesia Abdulla Bu Ali mengatakan, penemuan itu merupakan bagian dari program Mubadala Energy ke depan dalam mendukung target produksi Indonesia tahun 2030 yaitu 1 juta barel minyak bumi per hari dan 12 miliar kaki kubik gas bumi per hari.