Berita Terkini
Nasional

Lakukan Berbagai Cara, OIKN Ingin Realisasi Investasi di IKN Meningkat

Oleh Haeruddin · Minggu, 31 Desember 2023 23:15 WIB · 2 menit baca
Lakukan Berbagai Cara, OIKN Ingin Realisasi Investasi di IKN Meningkat
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono memberikan paparannya disaksikan Broard Members selepas membuka diskusi IABC Indonesia Mid-Year Conference 2023, di Jakarta, Jumat (14/7/2023) (Foto: Diambil dari jawapos.com)

PUBLIKSATU, - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatat peningkatan realisasi peminatan investasi.

Sepanjang tahun 2023, sebanyak 23 investor dari dalam negeri telah melaksanakan groundbreaking di IKN dengan investasi non-APBN bernilai sekitar Rp 41 triliun.

Kepala OIKN Bambang Susantono mengatakan dengan realisasi peminatan investasi ini pemerintah semakin optimistis menyambut 2024.

"Kami yakin tahun 2024 akan semakin banyak investor yang berinvestasi dan pada jangka panjang bisa mencapai target 80 persen dana pembangunan IKN dari non-APBN dapat tercapai," kata Bambang dalam keterangan resmi, Minggu (31/12).

Bambang mengatakan, OIKN terus berupaya dengan berbagai cara untuk meningkatkan realisasi investasi di IKN. Salah satunya dengan terus melakukan sosialisasi dan promosi peluang investasi di IKN.

"Kami sangat terbuka bagi para investor yang sesuai dengan visi IKN menjadi kota cerdas, inklusif, berkelanjutan, dan kota yang layak huni dan dicintai," ujar Bambang.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono mengatakan realisasi investasi di IKN terus bertambah.

”Tahun depan akan ada sekitar 15 investor lagi yang melakukan groundbreaking di sekitar bulan Januari sampai Februari 2024," kata Agung.

Agung menjelaskan Groundbreaking 1 sampai 3 dilakukan investor dalam negeri yang memiliki kapabilitas untuk membangun Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Namun, ada juga beberapa investor dalam negeri yang bekerja sama dengan investor luar negeri.

Sementara itu, saat ini terdapat 9 investor yang akan menjadi inisiator pembangunan hunian di IKN, di mana 3 di antaranya adalah investor asing asal Tiongkok dan Malaysia. 9 investor ini sedang dalam seleksi dan feasilibility study.

"Mulai dari groundbreaking pertama di September (2023), kedua di November, ketiga di Desember di minggu lalu, dan ini dari 23 investor pelopor ini ada total 9 (investor) di (groundbreaking) yang kedua, 10 (investor) yang di (groundbreaking) ketiga, dan (groundbreaking) yang pertama ada 4 (investor)," jelas Agung.

Lebih lanjut, Agung menyebut bahwa investasi yang masuk ke Ibu Kota Nusantara telah masuk dengan variasi sektor serta skala investasi yang beragam. Mulai dari Konsorsium Nusantara, Pakuwon Group, dan The Pakubuwono Development yang merupakan investor domestik dengan skala konglomerat di Indonesia telah berkontribusi dengan pembangunan kawasan lahan campuran di Ibu Kota Nusantara.

Tak hanya itu, investasi dari Kalimantan Timur, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk. yang telah sukses membangun kawasan komersil Balikpapan Superblock (BSB), juga ikut melakukan groundbreaking di Ibu Kota Nusantara. Tak hanya investor skala besar, investor skala kecil-menengah, BSH dengan salah satu portofolio unit usaha berupa restoran tradisional “Kampung Kecil“, juga ikut berpartisipasi mengembangkan lahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).