Berita Terkini
Nasional

Prediksi Isu Besar Geopolitik dalam Debat Capres Mendatang

Oleh Djumaluddin, Publik Satu · Minggu, 31 Desember 2023 20:44 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Prediksi Isu Besar Geopolitik dalam Debat Capres Mendatang
Tiga Calon Presiden 2024/Ilustrasi RMOL

PUBLIKSATU, JAKARTA - Dalam debat ketiga calon presiden pada 7 Januari 2024 mendatang, mengusung tema permasalahan pertahanan, keamanan, hubungan internasional dan geopolitik.

Guru Besar Hukum Internasional UI Profesor Hikmahanto Juwana memprediksi, setidaknya ada 10 materi yang akan diangkat dalam debat nanti.

"Ada sepuluh materi yang mungkin menjadi isu besar untuk diperdebatkan," ujar Prof Hikmahanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (31/12).

Pertama, soal peran Indonesia terkait perang Ukraina dan Rusia, dan perang antara Israel dan Palestina yang kini tak kunjung usai.

"Bagaimana peran Indonesia yang memiliki politik luar negeri bebas aktif dan sebagai middle power dalam kancah geopolitik, utamanya terkait perang di Ukraina dan Gaza? Terkait dengan masalah di Palestina, apakah Indonesia akan mendukung two states solution atau mendukung agar di tanah Palestina tidak ada negara Israel?" ucapnya.

Kemudian isu terkait masuknya para imigran ilegal dari Rohingya di Aceh dan wilayah sumatera, Prof Hikmahanto menilai akan jadi materi debat.

"Isu berikut adalah terkait pendatang gelap Rohingya yang diharapkan para capres bisa memperlihatkan keberpihakannya apakah pada kepentingan nasional atau nilai kemanusiaan? Lalu apa upaya yang akan dilakukan oleh pemerintah bila menjadi Presiden?" jelasnya.

Terkait perang dagang antara China dan AS, Prof Hikmahanto memprediksi bakal jadi soalan debat ketiga capres.

"Bagaimana Indonesia memperoleh keuntungan dari persaingan antar AS dan China di kawasan?" ungkapnya.

Klaim sepihak Tiongkok di pantai lepas Indonesia, juga diramalkan akan disorot ketiga capres dalam debat nanti.

"Bagaimana Indonesia menyikapi klaim sepihak 10 garis putus oleh Tiongkok di tengah ketergantungan ekonomi Indonesia pada Tiongkok?" imbuhnya.

Selanjutnya, soal perkara di World Trade Organization melarang peredaran kelapa sawit di Uni Eropa.

Bagikan