Soal Pengeroyokan Relawan Ganjar-Mahfud, BMIR Minta Semua Alat Negara Tetap Netral
Bagikan

PUBLIKSATU, JAKARTA - Relawan Ganjar-Mahfud yang tergabung dalam Barisan Muda Indonesia Raya (BMIR), menyesalkan peristiwa pemukulan yang dilakukan oknum aparat TNI terhadap teman-teman relawan Ganjar-Mahfud yang terjadi di Boyolali, Jawa Tengah.
"Kami sebagai masyarakat sipil sangat menyesalkan peristiwa pegeroyokan terhadap teman-teman relawan di Boyolali terjadi," ujar Ketua Umum BMIR, Rouli Rajagukguk, Minggu (31/12).
Rouli juga mempertanyakan kenapa kejadian itu sampai melibatkan para prajurit TNI? Padahal tugas TNI harusnya melindungi dan menjaga rakyat serta menjaga netralitas selama Pemilu berlangsung.
"Kenapa TNI gampang sekali terprovokasi? Ini ada apa? harusnya bisa menjaga netralitas Pemilu," lanjut Rouli.
Rouli juga menyampaikan bahwa dirinya dan teman-teman lain yang tergabung di BMIR merupakan para relawan yang sebelumnya mendukung Presiden Jokowi di tahun 2019 lalu itu berharap, Presiden Jokowi dan seluruh perangkat negara lainnya bisa bersikap netral dalam penyelenggaraan pemilihan umum.
"Saya menagih janji Jokowi dan seluruh perangkat negara bersikap Netral dalam penyerlengaraan pemilihan umum 2024," tegasnya.
Rouli berpendapat jika TNI-Polri dan penegak hukum lainnya tidak tanggap dalam kasus pengeroyokan yang terjadi di Boyolali, maka akan potensi kegaduhan saat Pemilu bisa saja terjadi.
"Kita tetap menghedaki pemilu berjalan damai jurdil dan berkualitas sesuai cita-cita berbangsa dan bernegara," pungkasnya.