Berita Terkini
Baubau

SKIPM Baubau Catat, Ekspor Ikan Keluar Negeri Sudah Berhenti

Oleh Ramli Akhmad · Sabtu, 13 Januari 2024 01:03 WIB · 2 menit baca
SKIPM Baubau Catat, Ekspor Ikan Keluar Negeri Sudah Berhenti
Kepala SKIPM Baubau Yuni Irawati Wijaya

PUBLIKSATU, BAUBAU - Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Pangan (SKIPM) Baubau mencatat, 2023 ekspor ikan keluar sudah berhenti.

Kepala SKIPM Baubau Yuni Irawati Wijaya mengatakan tanda-tanda sudah mulai berhenti terlihat, sepanjang tahun 2023 ekspor oleh penyuplai agak berkurang.

Ia memaparkan, di bulan januari 2023 ekspor ikan masih mengirim, sedangkan februari, maret dan april kosong. Mei sempat mengirim kemudian di bulan berikutnya hingga sekarang sudah tidak lagi.

"Dan saya lihat unit pengolahan sudah tidak beroperasi lagi," ungkap Yuni Irawati Wijaya kepada wartawan ditemui di kantornya, kamis 11/1.

Pun, saat ini kegiatan ekspor ikan keluar negeri masih dilakukan, namun sifatnya hanya sebatas domestik dengan kata lain para supplier mengirim ke beberapa daerah lalu di ekspor ke luar negeri.

"Sebenarnya kalau yang lain-lain disini kemungkinan juga tujuan ekspor tapi ekspornya tidak melalui disini, jadi dia selalu supplier, menyuplai ke daerah Kendari, Makassar dan Surabaya. Nah dari Kendari, Surabaya dan Makassar mereka bisa ekspor," katanya.

Sementara dibandingkan tahun 2022, kata dia, mulai dari bulan Januari sampai Desember ekspor ikan ke luar negeri seperti Malaysia berkisaran 7 ton.

"Jadi memang 2022 ada satu unit pengelola yang ekspor ke Malaysia sama Singapore memang jumlah kecil tujuan untuk hotel dan rumah makan paling banyak sekali ngirim 200 kiloan, tapi dalam seminggu bisa tiga kali," jelasnya.

Adapun jenis ikan ekspor mencakup tuna loin masih press, sementara para supplier yang memasok ikan ke daerah walaupun pada akhirnya di ekspor mulai dari komoditi ikan pelagik, ikan dasar dan rumput laut.

Peliput: Murdin