Petugas SAR Hentikan Pencarian Nelayan yang Hilang di Busel
Bagikan

PUBLIKSATU, BATAUGA - Pencarian La Alemari (56) nelayan asal Desa Windu Makmur, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan yang hilang, Kamis (11/1/2024) lalu dihentikan. Karema hingga hari ketujuh Rabu (17/1) korban La Alemari belum ditemukan juga.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kendari, Muhamad Arafah menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, proses pencarian oleh petugas SAR hanya dilakukan selama tujuh hari. Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan keluarga dan aparat desa terkait penghentian pencarian tersebut.
Dikatakan, mengingat Ops SAR telah memasuki hari ke- 7 dan tidak ditemukannya tanda-tanda keberadaan korban serta hasil koordinasi dengan pihak terkait termasuk keluarga korban. Ops SAR terhadap 1 (satu) longboat POB 1 orang nelayan yang belum kembali dari melaut disekitar perairan Teluk Lande Kabupaten Buton Selatan dinyatakan selesai dan ditutup.
"Ditutupnya pencarian, seluruh unsur yang terlibat di kembalikan ke kesatuannya masing-masing. Ops SAR dapat dibuka kembali apabila diketemukan tanda-tanda keberadaan korban, " tutupnya dalam keterangan tertulisnya.
La Alemari dilaporkan hilang saat melaut di perairan teluk Lande, Kamis (11/1/2024). Area pencarian dilakukan bersama tim gabungan BPBD Busel dan Pos Sar Baubau.
Kronologisnya ia pamit dari rumahnya Rabu 10 Januari 2024 sekitar pukul 17.00 Wita. Hendak melihat rumponnya yang ada di perairan teluk Lande. Biasanya pria paru baya itu kembali ke rumah pada pagi hari atau pukul 06.00 Wita. Namun hingga kini ia belum ada kabar.
Pihak keluarga melaporkan hal ini kepada pihak terkait untuk dilakukan pencarian. Masyarakat setempat bersama keluarga sudah berupaya melakukan pencarian namun masih ditemukan. (aga)