Presiden Joko Widodo Tegas Bantah Kabar Sri Mulyani Bakal Mundur dari Kabinet Indonesia Maju

PUBLIKSATU, JAKARTA- Baru-baru ini rumor tak sedap tengah menerpa Kabinet Indonesia Maju yang dibentuk Presiden Joko Widodo.
Diketahui sebelumnya, Ekonom senior Faisal Basri membeberkan beberapa menteri di Kabinet Indonesia Maju memilih mundur.
Seruan Faisal itu tak terlepas dari kekecewaan terhadap kebijakan pemerintahan Jokowi, yang dianggap berpihak pada pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.
"Ayo sama-sama kita bujuk Bu Sri Mulyani (menteri keuangan), Pak Basuki (menteri PUPR Basuki Hadimuljono), dan beberapa menteri lagi untuk mundur."
"Itu efeknya dahsyat. Secara moral, saya dengar Bu Sri Mulyani paling siap untuk mundur. Pramono Anung (sekretaris kabinet) sudah gagap. Kan PDI (PDI Perjuangan) belain Jokowi terus, pusing," klaim Faisal dalam Political Economic Outlook 2024 di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1) lalu.
Sementara dikutip dari Antara.Com, Sabtu (20/1), rumor yang telah sampai di telinga Presiden Joko Widodo ini akhirnya ditanggapi sang presiden.
Presiden Joko Widodo secara tegas membantah kabar yang beredar dan menyebutkan sebagian menteri seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, akan mundur dari Kabinet Indonesia Maju.
"Menteri setiap hari kita ratas, setiap kita rapat terbatas, setiap hari rapat internal, setiap hari dengan semua menteri atau dengan sebagian menteri," kata Presiden Jokowi saat ditemui usai menghadiri acara Hari Lahir (Harlah) ke-78 Muslimat NU di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu.
Menepis kabar tersebut, Presiden Jokowi menegaskan bahwa setiap hari ia menggelar rapat internal bersama para menteri dari pagi hingga malam.
Ia mengaku, dalam setiap rapat dengan menteri yang berbeda itu tidak menemukan ada masalah.
"Ya kabarnya dari siapa? Wong kita dari pagi sampai sore, pagi siang malam, kita rapat paripurna, rapat internal, rapat terbatas, selalu enggak pernah ada jedanya," kata Jokowi.
"Setiap jam, setiap dua jam gonta ganti rapat, gonta ganti menteri juga enggak ada masalah," lanjutnya.