Damkar Mubar Jadi "Dewa" di Sisa Puing Api

PUBLIKSATU, LAWORO-Dari kejauhan terdengar bunyi serine mobil pemadam kebakaran (Damkar). Laju tanpa ada halangan sedang mengejar tugas memadamkan api yang sedang melahap rumah salah seorang warga Desa Lailangga, Kecamatan Wadag Kabupaten Muna Barat (Mubar), La Ode Fandeta.
Kebakaran rumah milik salah seorang tokoh masyarakat Mubar itu, terjadi pada Selasa (23/1/2024) sekitar pukul 11.00 Wita. Berdasarkan keterangan beberapa saksi, api awalnya terlihat keluar dari arah dapur rumah. Di saat itu pula para remaja yang hendak ke acara malam (Lulo) berteriak ada kebakaran.
Sontak warga sekitar kejadian keluar mendekati rumah yang sudah mulai dilalap si jago merah. Ada yang berusaha memadamkan api, ada yang berusaha menyelamatkan pemilik rumah, serta ada juga yang bertindak menyelamatkan barang-barang milik korban. Sebagian menghubungi nomor pemilik Damkar Mubar.
Warga terus berteriak meminta pertolongan untuk memadamkan api yang sudah membesar melahap seluruh badan rumah. Damkar pun tak kunjung tiba. Sudah tidak mampu mengendalikan kobaran api yang makin membesar, warga pasrah dan hanya menonton sijago merah yang terus melahap.
Braaakkk...bunyi rumah yang terbuat dari kayu itu roboh. Damkar belum kunjung datang. Sekitar kurang lebih 1 jam dari arah Utara kejauhan, terdengar bunyi serine. Damkar mulai mendekat. Suhu api mulai menurun, karena sebagian sudah habis dilahap.
Mendekati kejadian, pasukan pemadam sigap begerak menarik selang air dan menjulurkan kearah kobaran api dan menyemprot sisa-sisa puing api yang melahap rumah La Ode Fandeta yang sudah rata dengan tanah.
Warga geram melihat aksi Damkar yang begitu lambat memberikan penanganan. Sehingga tiba ditempat kejadian mobil damkar diarahkan untuk pulang karena dianggap sia-sia dan gagal. Api sudah menghabisi seluruh badan rumah baru tiba dilokasi. Namun, salah seorang warga tetap meminta agar tetap melakukan upaya penyemprotan api untuk mengantisipasi jangan sampai menjalar ditempat-tempat lain.
Alasan dari salah seorang petugas Damkar, lambat tiba ditempat kejadian karena tempat tinggal sopir mobil damkar jauh dari kantor. Sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjangkau kantor tempat mobil disimpan.
"Syukur Alhamdulillah, orangnya bisa diselamatkan. Tetapi barang-barang milik korban banyak yang tidak terselamatkan, karena kobaran api cepat menjalar ke seluruh isi rumah"ungkap, salah seorang Warga La Iko.
Pemilik rumah saat keluar menyelamatkan diri lanjutnya, hanya terlihat memegang koper ukuran mini. Selebihnya tidak ada yang bisa terselamatkan dari kobaran api. "Saat keluar menyelamatkan diri dari kobaran api, pemilik rumah hanya mengendong koper kecil. Kalau pakaian tinggal dibadan saja. Saya yakin barang-barang dalam rumah tidak ada yang selamat,"tutur Iko.
Belum diketahui secara pasti asal-usul api tersebut. Namun, dugaan beberapa warga, api itu bersumber dari tungku. Sebab, awalnya api terlihat berasal dari arah dapur. "Belum diketahui penyebab kebakaran. Tetapi informasinya api berasal dari arah dapur. Kemungkinan sumber api dari tungku,"ujarnya.
Pihak kepolisian Polsek Lawa, sementara melakukan identifikasi dan mencatat kerugian pemilik rumah akibat dari kebakaran tersebut. Polsek sudah berkoordinasi dengan tim Inafis untuk dilakukan olah TKP.(Gola)