Berita Terkini
Busel

Resmi, Sekolah Tinggi Ilmu Migas Industri Pertambangan dan Manajemen Teknologi Buton (STIMIPIB) Mulai Dibangun

Oleh Djumaluddin · Kamis, 1 Februari 2024 22:37 WIB · 3 menit baca
Resmi, Sekolah Tinggi Ilmu Migas Industri Pertambangan dan Manajemen Teknologi Buton (STIMIPIB) Mulai Dibangun
Prof Dr H Muh Basri Wello MA saat meletakan batu pertama pembangunan Sekolah Tinggi Ilmu Migas Industri Pertambangan dan Manajemen Teknologi Buton di Kadatua, Busel (Djumaluddin/ButonPos)

KADATUA - Kampus pertama Perguruan Tinggi (PT) dengan nama Sekolah Tinggi

Ilmu Migas Industri Pertambangan dan Manajemen Teknologi Buton (STIMIPIB)

Bakal berdiri di Buton Selatan. Ini ditandai dengan peletakan batu pertama

yang dilakukan Mantan Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi atau yang

saat ini berganti nama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah

IX, Prof Dr H Muh Basri Wello MA di Kecamatan Kadatua, Desa banabungi

Selatan, siang tadi.

Hadir dalam acara itu, Ketua Yayasan Amal Islamiyah Buton juga sebagai

Ketua Yayasan STIMIPIB Amaludin SPd MSi MMkes, pemberi hibah tanah La Mato,

Stake Holder Pendidikan di Kadatua, Mewakili Kapolsek Kadatua, Tokoh

masyarakat, Tokoh adat dan undangan lainnya.

Prof Muh Basri Wello dalam sambutannya mengatakan keberadaan kampus ini

sangat positif bagi daerah. Karena akan berdampat dengan meningkatnya

perekonomian masyarakat.

Prof Dr H Muh Basri Wello MA, Amaludin SPd MSi MMkes bersama tokoh masyarakat, Tokoh Adat Masyarakat Kecamatan Kadatua

"Ratusan saja mahasiswanya roda perekonomian akan berputar dengan bagus.

Karena di sini Mahasiswa pasti membutuhkan banyak hal seperti tempat

tinggal, kebutuhan kesehariannya, tugas-tugasnya dan lainnya yang

kesemuanya berhubungan dengan masyarakat. Tentunya perputaran ekonomi di

situ akan bagus," kata Prof Muh Basri Wello yang juga Guru Besar UNM ini.

Dia berharap Kampus STIMIPIB yang bakal berdiri ini jangan hanya perhatikan

kuantitasnya saja, tetapi terpenting kualitas atau mutu pendidikan. Kalau

bisa jangan hanya menghasilkan mahasiswa yang sarjana empat tahun. Minimal

tiap tahun mahasiswa itu diuji kopetensi mereka dengan bekerjasama dengan

lembaga pemerintah.

"Sehingga Mahasiswa bisa berkerja bukan hanya tunggu selesai Sarjana saja.

Tetapi satu tahun kuliah sudah berkompoten untuk berkerja misalnya di

perusahaan dengan ijazah D1. Jika mau melanjutkan kuliahnya nantinya bisa

kuliah ambil D2, D3 atau S1. yang kesemuanya tiap jenjang diuji kopetensi

mereka," ungkapnya.

Ketua Yayasan Amal Islamiyah Buton juga sebagai Ketua Yayasan STIMIPIB Amaludin SPd MSi MMkes, mengatakan pembangunan kampus STIMIPIB didasari niat ikhlas tuk pembangunan pendidikan di Buton Selatan

Diakhirnya, dia berharap mahasiswa juga diperhatikan karakter

pendidikannya. Karena dengan karakter, kualitas pendidikan bakal terjaga

dengan baik.

Di tempat yang sama Amaludin menjanjikan kampus yang lahannya seluas 1.504

Meter persegi yang bakal dibangun gedung tiga lantai akan tuntas selama dua

tahun. Direncanakan Juli ini mulai dilakukan rekrutmen mahasiswa.

"Jika Gedungnya belum bisa digunakan, untuk belajar mengajar kami

menggunakan sementara dulu gedung sekolah. Tentunya sebelumnya kami Izin

dulu," ungkap Amaludin.

Tokoh masyarakat dan undangan yang hadir diacara peletakan batu pertama Kampus STIMIPIB

Dikatakan pekerjaan membuat PT bukanlah baru baginya. Karena sebelum ini

pihaknya telah banyak membangun sekolah gratis di Buton Selatan utamanya di

wilayah Batauga. "Semua ini diniatkan dengan ikhlas untuk kemajuan

masyarakat di Buton Selatan khususnya di sektor Pendidikan," pungkasnya.

Sekedar diketahui, di STIMIPIB direncakan dibuka empat jurusan. Ilmu

Tambang dan Migas, Teknik Industri, Manajemen Teknologi, dan Digital

Bisnis.(mal)