Resmi, Sekolah Tinggi Ilmu Migas Industri Pertambangan dan Manajemen Teknologi Buton (STIMIPIB) Mulai Dibangun

KADATUA - Kampus pertama Perguruan Tinggi (PT) dengan nama Sekolah Tinggi
Ilmu Migas Industri Pertambangan dan Manajemen Teknologi Buton (STIMIPIB)
Bakal berdiri di Buton Selatan. Ini ditandai dengan peletakan batu pertama
yang dilakukan Mantan Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi atau yang
saat ini berganti nama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah
IX, Prof Dr H Muh Basri Wello MA di Kecamatan Kadatua, Desa banabungi
Selatan, siang tadi.
Hadir dalam acara itu, Ketua Yayasan Amal Islamiyah Buton juga sebagai
Ketua Yayasan STIMIPIB Amaludin SPd MSi MMkes, pemberi hibah tanah La Mato,
Stake Holder Pendidikan di Kadatua, Mewakili Kapolsek Kadatua, Tokoh
masyarakat, Tokoh adat dan undangan lainnya.
Prof Muh Basri Wello dalam sambutannya mengatakan keberadaan kampus ini
sangat positif bagi daerah. Karena akan berdampat dengan meningkatnya
perekonomian masyarakat.
Prof Dr H Muh Basri Wello MA, Amaludin SPd MSi MMkes bersama tokoh masyarakat, Tokoh Adat Masyarakat Kecamatan Kadatua
"Ratusan saja mahasiswanya roda perekonomian akan berputar dengan bagus.
Karena di sini Mahasiswa pasti membutuhkan banyak hal seperti tempat
tinggal, kebutuhan kesehariannya, tugas-tugasnya dan lainnya yang
kesemuanya berhubungan dengan masyarakat. Tentunya perputaran ekonomi di
situ akan bagus," kata Prof Muh Basri Wello yang juga Guru Besar UNM ini.
Dia berharap Kampus STIMIPIB yang bakal berdiri ini jangan hanya perhatikan
kuantitasnya saja, tetapi terpenting kualitas atau mutu pendidikan. Kalau
bisa jangan hanya menghasilkan mahasiswa yang sarjana empat tahun. Minimal
tiap tahun mahasiswa itu diuji kopetensi mereka dengan bekerjasama dengan
lembaga pemerintah.
"Sehingga Mahasiswa bisa berkerja bukan hanya tunggu selesai Sarjana saja.
Tetapi satu tahun kuliah sudah berkompoten untuk berkerja misalnya di
perusahaan dengan ijazah D1. Jika mau melanjutkan kuliahnya nantinya bisa
kuliah ambil D2, D3 atau S1. yang kesemuanya tiap jenjang diuji kopetensi
mereka," ungkapnya.
Ketua Yayasan Amal Islamiyah Buton juga sebagai Ketua Yayasan STIMIPIB Amaludin SPd MSi MMkes, mengatakan pembangunan kampus STIMIPIB didasari niat ikhlas tuk pembangunan pendidikan di Buton Selatan
Diakhirnya, dia berharap mahasiswa juga diperhatikan karakter
pendidikannya. Karena dengan karakter, kualitas pendidikan bakal terjaga
dengan baik.
Di tempat yang sama Amaludin menjanjikan kampus yang lahannya seluas 1.504
Meter persegi yang bakal dibangun gedung tiga lantai akan tuntas selama dua
tahun. Direncanakan Juli ini mulai dilakukan rekrutmen mahasiswa.
"Jika Gedungnya belum bisa digunakan, untuk belajar mengajar kami
menggunakan sementara dulu gedung sekolah. Tentunya sebelumnya kami Izin
dulu," ungkap Amaludin.
Tokoh masyarakat dan undangan yang hadir diacara peletakan batu pertama Kampus STIMIPIB
Dikatakan pekerjaan membuat PT bukanlah baru baginya. Karena sebelum ini
pihaknya telah banyak membangun sekolah gratis di Buton Selatan utamanya di
wilayah Batauga. "Semua ini diniatkan dengan ikhlas untuk kemajuan
masyarakat di Buton Selatan khususnya di sektor Pendidikan," pungkasnya.
Sekedar diketahui, di STIMIPIB direncakan dibuka empat jurusan. Ilmu
Tambang dan Migas, Teknik Industri, Manajemen Teknologi, dan Digital
Bisnis.(mal)