Pendekatan EPPGM, Dinkes Catat: Kasus Positif Stunting di Baubau 7 Persen
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau mencatat kasus stunting di Baubau sepanjang tahun 2023 berada di posisi 7 persen.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau Jainuddin Ishak mengungkapkan, temuan melalui Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi berbasis Masyarakat (EPPGM).
"Itu dilaporkan setiap bulan menggunakan aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi berbasis Masyarakat (EPPGM)," ungkap Jainuddin ditemui di kantornya, jumat 2/2.
Dijelaskan, EPPGM merupakan pendekatan secara real time yang dilakukan di setiap Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di setiap Puskesmas yang ada Kelurahan.
"Menggunakan data pengukuran real time yang ada di posyandu karena yang stunting kita ini, otomatis screeningnya dapat karena pasien balita di posyandu," jelasnya.
"Kalau trend kita sesuai publikasi tahun lalu itu, kan targetnya 14 persen 2024. Kalau trend kita itu yang kita rilis tahun 2023 pencapaian stunting EPPGM itu 7,7 persen walaupun fluktuasi karena pelaporan real time tiap bulan berdasarkan di posyandu," bebernya.
Hanya saja, kata dia, pendekatan melalui EPPGM tidak sejalan dengan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022 berada di posisi 26 persen.
"Kalau trend itu kita pake dua data sebenarnya untuk stunting pertama data SSGI dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), 2023 SSGI tidak digunakan, maka menggunakan SKI," tuturnya.
Peliput: Murdin