Berita Terkini
Baubau

Kantor KSOP Kelas ll Baubau Pastikan 44 Unit Kapal Layani Angleb 1445 H

Oleh Murdin · Rabu, 27 Maret 2024 03:55 WIB · 2 menit baca
Kantor KSOP Kelas ll Baubau Pastikan 44 Unit Kapal Layani Angleb 1445 H
Kepala Kantor KSOP Kelas ll Baubau Taher Laetupa paparkan kesiapan pelabuhan murhun hadapi Angleb. (Murdin)

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kantor Kesyahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas ll Baubau pastikan 44 unit kapal siap layani saat angkutan lebaran (Angleb) 1445 H/2024 M.

Demikian dikatakan Kepala Kantor KSOP Kelas ll Baubau, Taher Laetupa dalam acara rencana operasi angkutan laut lebaran di lantai ruang tunggu terminal pelabuhan murhum, senin 25/3.

Sebelumnya, terkait pelaksanaan posko Angleb 1445 H/2024 M memang jauh hari sudah dilakukan rapat internal dengan kantor pusat dan terakhir tanggal 20 Maret 2024 rapat koordinasi di pusat.

"Inikan terkait kesiapan itu sendiri, nah untuk kesiapan itu sendiri kami di daerah sudah melakukan tahapan. Pertama melakukan Ramp Check kelayakan kapal itu sendiri," kata Taher Laetupa.

Ia menyebutkan, pihak kementerian menetapkan sebanyak 44 unit kapal akan melayani pengguna jasa Angleb baik kapal tersebut homebase dari pelabuhan Baubau maupun dari pelabuhan lain.

"44 unit kapasitasnya 25 ribu muatan, jadi ada kapal homebase disini kemudian ada kapal-kapal homebase lain dan memang pelabuhan singgah terbesar dan paling terbanyak itu punya PT Pelni. Jadi semua kapal ke Indonesia Timur rata-rata singgah ke Baubau," paparnya.

Dikatakan, jadi untuk Baubau itu ada 26 unit kapal yang memang sudah ditugaskan oleh kementerian untuk dilakukan ramp check.

"Nah dari 26 unit kapal itu sudah 21 dilakukan ramp check, nah hanya 21 dinyatakan siap melayani dan tinggal lagi 5 kapal sementara jalani docking," tandasnya.

"Nah kita berharap secepatnya agar selesai docking agar bisa dimanfaatkan untuk bisa mengatasi kebutuhan dalam pelaksanaan angleb itu sendiri," harapnya.

Ia menambahkan, kalau untuk kapasitas terminal dan parkiran kendaraan baik roda maupun roda empat dibutuhkan, sinergitas semua pihak.

"Kita sudah siap, ada dua terminal yang memang kapasitasnya 1500 tapi itulah kita perlu koordinasi supaya jadwal utamanya begitu teratur sehingga jauh hari itu kita sudah melihat kebutuhan kapal untuk sandar tanggal, jam dan waktu semua bisa diperkirakan," pungkasnya.

Peliput: Murdin