Berita Terkini
Baubau

Disdikbud Gagas Program Pendidikan Inklusif Diperuntukan Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus

Oleh Murdin · Jumat, 29 Maret 2024 04:47 WIB · 2 menit baca
Disdikbud Gagas Program Pendidikan Inklusif Diperuntukan Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus
Plh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau La Ode Darussalam. ( Murdin)

PUBLIKSATU, BAUBAU - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Baubau gagas program pendidikan inklusif dan diperuntukan bagi siswa berkebutuhan khusus.

Plh Kepala Disdikbud Kota Baubau, La Ode Darussalam mengadakan pertemuan bersama Bidang PAUD, SD, SMP, sejumlah kepala sekolah dan melibatkan Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) yang merupakan mitra dari Dikbud untuk membahas pendidikan inklusif.

Ia menjelaskan, pendidikan inklusif adalah sistem penyelenggaraan pendidikan memberikan kesempatan bagi semua peserta didik berkebutuhan khusus dan memiliki potensi kecerdasan atau bakat istimewa untuk mengikuti pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan dengan peserta didik pada umumnya.

"Pendidikan inklusif ini dimana mereka yang berkebutuhan khusus itu diberikan kesempatan untuk menerima pembelajaran di sekolah-sekolah umum," kata Darussalam di ruang kerjanya, rabu 27/3.

"Jadi pendidikan inklusif itu memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak untuk mendapatkan pendidikan tanpa memandang kondisi anak-anak, hal ini memungkinkan peserta didik berkebutuhan khusus bersekolah di sekolah reguler," tegasnya.

Untuk itu, Asisten lll Setda ini menginstruksikan kepada kabid PAUD, SD dan SMP untuk membuat form Google Drive kemudian agar mendata sekolah-sekolah di Kota Baubau yang ada muridnya berkebutuhan khusus atau memiliki bakat istimewa.

"Saya menyampaikan kepada mereka mulai besok kita akan buat google drive formnya untuk kita sebarkan kepada seluruh sekolah untuk kita mendata disekolah kita ada tidak yang berkebutuhan khusus," serunya.

Ia menyebutkan jenis kebutuhan khususnya. Jadi semua yang membuat google drive mengisi, contoh di sekolah berkebutuhan khusus seperti tuna rungu, bisu atau pendengaran terganggu.

"Jadi kita bedakan, karena guru ini tidak semua bisa mengajar dengan berkebutuhan khusus kecuali ada guru berpendidikan khusus karena ini butuh ketelatenan," pungkasnya.

Peliput: Murdin