Berita Terkini
Nasional

Momentum 10 Muharam, Kemenag Baubau Bagikan 1200 Paket Sembako Kepada Yatim

Oleh Murdin · Rabu, 17 Juli 2024 15:10 WIB · 2 menit baca
Momentum 10 Muharam, Kemenag Baubau Bagikan 1200 Paket Sembako Kepada Yatim
Penyerahan santunan anak yatim di aula Kantor Kemenag Baubau. (Foto Murdin) (Murdin)

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kantor Kemenag Kota Baubau menyelenggarakan iven kegiatan 10 Muharam 1446 Hijiriyah, 10 Muharam terdiri dua amalan yakni puasa asyurah dan pemberian makan kepada anak yatim.

"Kalau puasa sunnah dilakukan masing-masing sementara kasih makan anak yatim Kemenag Baubau menyediakan 1200 paket sembako untuk anak yatim se-Kota Baubau," kata Kepala Kantor Kemenag Baubau H Mansur usai penyerahan paket kepada anak yatim di kantor Kemenag, selasa 16/7.

Peringatan 10 Muharam dengan menyantuni anak yatim tersebut merupakan program rutin tahunan Kementerian Agama yang dilakukan secara serantak diseluruh Indonesia, tahun ini sebanyak 1 juta paket disediakan.

H Mansur menyebutkan, sebanyak 1200 paket sembako itu akan disebarkan dibeberapa titik dimulai dari hari selasa pagi tanggal 16 Juli 2024 bertepatan dengan tanggal 10 Muharam dan puncak pembagian difokuskan di aula Kantor Kemenag.

"Titiknya itu adalah Madrasa swasta, Madrasa Negeri, RA, delapan Kantor Urusan Agama (KUA) berkolaborasi dengan Kecamatan, masyarakat sipil dan juga kami berkolaborasi dengan guru-guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kota Baubau," paparnya.

"Guru-guru PAI itu yang mengajar di Sekolah Dasar (SD) dan kita juga mendistribusi santunan anak yatim itu di 30 SD di Kota Baubau hari ini," tambahnya.

Dikatakan, puncak penyerahan santunan anak yatim dilakukan bersama Gus Menteri (Gusmen) melalui zoom dalam rangka santunan dengan mengangkat tema "Berbagi Cinta Berlimpah Berkah".

Lebih lanjut, ditambah program Kick of dan Launcing mencakup kegiatan zakaf dan wakaf di Kota Baubau rencana akan dibentuk kampung zakat. Kampung zakat itu nanti kegiatanya adalah mencari daerah atau kelurahan dimana tingkat kesejahteraan masyarakat masih rendah, dan akan dilakukan pendampingan.

Pendampingan itu diharpakan dari berbagaia aspek masyarakat itu bisa dientaskan. Misalkan dari tingkat pendidikan kalau dia rendah kit mitra dengan dinas pendidikan danstekoholder lainya untuk bagaimana masyarakat bisa diberikan beasiswa.

"Tingkat kesehatanya ada dua yang kita Intervensi disitu adalah keluarga yang beresiko stunting dan keluarga kemiskinan ekstrem. Keluarga beresiko stunting nanti ada tiga program yang kami luncurkan pertama pola hidup sehat, kedua pemberdayaan umat," urainya.

Peliput: Murdin