Berita Terkini
Nasional

Muridnya Alami Penganiayaan, Kepala SMAN 1 Baubau Muh Radi: Saya Sangat Keberatan

Oleh Murdin · Kamis, 1 Agustus 2024 19:37 WIB · 2 menit baca
Muridnya Alami Penganiayaan, Kepala SMAN 1 Baubau Muh Radi: Saya Sangat Keberatan
Kepala SMAN 1 Baubau, Muhammad Radi (Murdin)

PUBLIKSATU, BAUBAU - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Baubau juga turut mengecam tindakan pelatih marching band yang sudah melakukan penganiayaan terhadap delapan orang siswanya.

Demikian keberatan atas tindakan kekerasan terhadap anak dibawah umur tersebut disampaikan Kepala SMA Negeri 1 Baubau Muhammad Radi di konfirmasi lewat sambungan telepon, selasa 30/7.

Dikatakan Radi, kejadian pada hari minggu 21 Januari 2024 itu pihaknya baru mengetahui setelah terekam melalui cctv sekolah, sehingga pihaknya membenarkan aksi penganiayaan terjadi di sekolah saat latihan marching band.

Hanya saja, kata dia, pelati yang direkrut diluar dari guru sekolah yang melatih marching band statusnya dengan SMA Negeri 1 Baubau berdasarkan MoU yang sudah dibangun.

Pun perjanjian tersebut sudah dilakukan, lanjut Radi, pelatih yang direktur tidak dibenarkan melakukan tindakan yang melanggar aturan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 46 tahun 2023.

"Perjanjian itu kita sepakati bahwa dalam melatih marching band itu tidak boleh melakukan kekerasan dalam bentuk apapun baik itu kekerasan dalam bentuk fisik atau psikis," tegasnya.

Beririsan dengan Permendikbud, pihaknya sekali lagi menegaskan sangat menolak keras adanya kejadian kekerasan terhadap anak di sekolah apalagi menimpa anak dibawah umur.

"Dan juga saya sangat keberatan dengan pelatih itu, kenapa melakukan kekerasan sama anak-anak SMA Negeri 1 Baubau khususnya anak-anak marching band," tandasnya.

Diketahui, grup tenor marching band SMA Negeri 1 Baubau mendapatkan undangan dari Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Pemkab Buteng) untuk tampil dalam rangka acara Hari Ulang Tahun (HUT) Buteng.

Peliput: Murdin