Orang Tua Siswa SDN di Buton Keluhkan Dana KIP Belum Masuk Rekening, Begini Tanggapan Kadis dan Kacab BRI

PUBLIKSATU, BUTON - Para orang tua siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Buton mengeluhkan dana bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) sampai detik ini rekening milik para siswa belum terisi dananya alias kosong.
Diketahui, para orang tua yang mempertanyakan mengapa bantuan yang menjadi hak anaknya belum ada sampai sekarang, berada di SD Negeri 98 Desa Kamelanta, Kecamatan Kapontori Kabupaten Buton.
Pengakuan salah seorang dari orang tua siswa mempertanyakan kenapa dana bantuan KIP yang menjadi hak anaknya dari bulan Januari sampai Agustus 2024 ini masih belum ada di rekening.
"Kita sudah sering cek di ATM tapi masih kosong pak, sementara sekarang bulan delapan," kata salah seorang dari orang tua murid yang enggan disebutkan nama ditemui di kediamanya, rabu 7/8.
Menurut informasi dihimpun Publiksatu.co kurang lebih 20-25 orang siswa SD Negeri 98 Kapontori hampir setengahnya dari jumlah keseluruhan yang belum mendapatkan haknya tersebut.
Menanggapi keluhan yang ada, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Kabupaten Buton, Nanag Lakaungge menyikapi keluhan para orang tua siswa tersebut.
Kepada orang tua murid, yang mengaku mendapatkan KIP bantuan pemerintah tersebut, Nanag Lakaungge meminta agar memperlihatkan kartu KIP yang dimiliki para murid agar dilihat kembali sama operator dinas.
"Yang orang tua itu suru foto kirim, kirim ke saya kartu atau buku rekeningnya nanti saya cek saya suru operatorku dia cek," ujar Nanang Lakaungge dikonfirmasi lewat sambungan telepon.
Berkaitan dengan keluhan itu, menurutnya, dugaan sementara pihak dinas ada sama pihak bank BRI selaku bank yang mencairkan dana bantuan KIP tersebut.
"Ada kaya baru-baru sudah mengusulkan di bank untuk pencairan di bank yang agak lama prosesnya, karena mereka mau turun sendiri di sekolah baru antar itu uangnya," katanya.
Konfirmasi secara terpisah, Pimpinan Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Baubau Achmad Haris Fadhila belum bisa memberikan tanggapan karena dengan alasan belum menjabat sebagai pimpinan cabang BRI Baubau.
"Saya belum bisa kasi penjelasan apa-apa pak karena saya mesti cek dulu ke kantor kita di Buton pak, saya ingin koordinasi dulu kantor kita di Buton sekaligus juga konfirmasi ke kantor pusat," ujarnya.