Berita Terkini
Baubau

Potret Demokrasi, Money Politik Sebagai Penentu Kemenangan Bakal Calon Walikota Baubau

Oleh Murdin · Kamis, 15 Agustus 2024 02:30 WIB · 2 menit baca
Potret Demokrasi, Money Politik Sebagai Penentu Kemenangan Bakal Calon Walikota Baubau

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pesta Demokrasi untuk pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 tinggal beberapa bulan akan segerah digelar, tepatnya pada bulan November mendatang.

Tentu bagi penyelenggara baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk mensukseskan pesta demokrasi tersebut.

Nah bagaimana dengan rencana pelaksanaan pesta demokrasi atau Pemelihan Wali Kota (Pilwali) Baubau apakah akan sesuai harapan masyarakat atau tidak? Nanti tinggal dilihat saat memasuki hari H.

Merujuk pada salah satu lembaga survei yakni, Media Track dan Strategis (MTS) memprediksi penentu kemenangan Calon Kepala Daerah (Cakada) di Kota Baubau masih ditentukan aktivitas money politik.

Direktur lembaga survei Media Track dan Strategi, Wimbo Widianto mengatakan yang menjadi faktor utama budaya politik uang membayangi Pilkada di Baubau disebabkan Pemilihan Calon Legislatif (Pilcaleg) beberapa bulan lalu.

"Faktor yang paling berpengaruh itu karena Pileg," tegas Wimbo Widianto kepada awak media saat merilis hasil survei Pilkda Baubau disalah satu rumah makan di Baubau, belum lama ini.

Menurutnya, budaya politik uang itu akan terjadi karena rentan waktu antara pilcaleg dan pillwali jaraknya begitu dekat.

"Efek Pileg itu sangat berpengaruh, jadi rentan waktu. Karena masyarakat sudah di biasakan saat pileg menerima uang untuk memilih tapi pas Pilkada dia berharap lagi," pungkasnya.

Sebagai contoh pertanyaan diajukan kepada responden oleh lembaga survei MTS. Diantara dua bentuk pemberian calon wali kota Baubau atau tim sukses calon, manalah lebih disukai? Opsi uang 38,6 persen, sembako 31,6 persen dan tidak tahu/tidak jawab 29,8 persen.

Begitu pula pertanyaan lanjutan, ketika calon walikota maupun tim sukses calon memberikan uang berapa jumlah besaran yang diharapakan pemilih? Responden tertinggi sebanyak 15 persen menginginkan diatas Rp 500.000 artinya, calon walikota yang ingin dipilih paling standar harus mengeluarkan Rp 500.000 per orang.

Peliput: Murdin