Berita Terkini
Sultra

Terkait Keributan Keluarga Pasien di RSUD dr. Baharuddin, Pihak Manajemen Angkat Bicara

Oleh Anuardin · Minggu, 8 September 2024 22:14 WIB · 2 menit baca
Terkait Keributan Keluarga Pasien di RSUD dr. Baharuddin, Pihak Manajemen Angkat Bicara
Kasubag TU RSUD dr. Baharuddin Wa Ode Sitti Muslimah didampingi Kabid Pelayanan. ((Foto: Anuardin))

PUBLIKSATU, RAHA -- Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Baharuddin Kabupaten Muna merespons viralnya keluarga pasien yang mengamuk di RSUD, Jumat, 06/09/2024.

Sesuai klarifikasi pihak RSUD dr. Baharuddin, diketahui pasien masuk pada hari Rabu malam. Pasien masuk ke ruangan IGD langsung ditangani dengan dokter IGD.

“Jadi sebelum pasien di pindahkan di ruang flamboyan terlebih dahulu dokter umum UGD melakukan konsultasi kepada dokter DPJP, dr. Wahid,"ujar Kabag TU yang juga pelaksana harian Dirut RSUD dr. Baharuddin Wa Ode Sitti Muslimah, saat memberikan jumpa pers dengan Awak media, Sabtu, 07/09/2024.

Setelah itu, lanjut dia pasien dilakukan rawat inap namun dalam proses penanganan medis, pasien dalam kondisi tidak bisa makan dan minum. Kemudian perawat kembali menyampaikan kepada dokter ahli.

"Kemudian dokter menyarankan untuk melakukan tindakan pemasangan selang NGT namun keluarga pasien menolak. Dan itu ada pernyataan penolakan tindakan medis yang ditanda tangani oleh keluarga pasien termasuk menolak pemasangan oksigen,”ungkap Muslimah.

Muslimah mengatakan pasien tersebut inisial NG berusia 73 tahun dan di nyatakan meninggal dunia. Almarhum NG masuk rumah sakit pada Rabu malam dengan penyakit yang diderita adalah penyakit komplikasi.

"Di antaranya hipertensi, penyakit gula atau diabetes melitus (DM) bahkan pasien juga sebelumnya habis dirawat karena memiliki penyakit stroke,"terangnya.flabo

Muslimah juga menegaskan bahwa prinsipnya pihak Rumah Sakit telah melakukan pelayanan terhadap pasien di maksud dengan baik.

"Jadi tidak benar kalau kami tidak merawat pasien dimaksud, semua kami sudah layani dengan baik, di rumah sakit ini juga ada SOP nya,"tegasnya.

Ia juga sangat menyenangkan aksi perekaman Vido terkait keributan keluarga yang tak lain keluarga pasien yang kemudian di share tanpa melakukan konfirmasi ke pihak rumah sakit, apalagi tanpa mengetahui perihal yang terjadi sebenarnya.

Dimana saat itu cucu almarhum mencari dokter karena pasien sedang dalam keadaan gawat, namun karena dokter sedang melakukan visite diruangan lain sehingga belum sempat menangani pasien gawat tersebut.

“Cucunya mengamuk dengan merusak tong sampah karena merasa dokter kurang memperhatikan pasien tersebut, kalau sesuai SOP seharusnya perawatlah yang memberi tahu dokter bahwa ada pasien yang sedang gawat, ia malah mencari sendiri dan marah-marah sehingga menganggu pasien lain,”ujarnya.