Berita Terkini
Sultra

Diduga Aktif Berpolitik, Dua Mantan Plt. Kadis dan Kabid di Muna Dilaporkan di Bawaslu

Oleh Anuardin · Kamis, 12 September 2024 16:29 WIB · 2 menit baca
Diduga Aktif Berpolitik, Dua Mantan Plt. Kadis dan Kabid di Muna Dilaporkan di Bawaslu
Satgas dan Jubir BAHTERA saat melaporkan 5 orang oknum ASN di Bawaslu Muna. ( Foto: Anuardin)

PUBLIKSATU, RAHA -- Sebanyak 4 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Muna kembali dilaporkan di Bawaslu Kabupaten Muna atas Dugaan pelanggaran netralitas ASN dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Kelima orang ASN aktif yang dilaporkan adalah inisial AWJ salah Satu Kabid di PMD, LS Mantan Plt Kadis Perindag, RL Mantan Plt Kadis Peternakan, dan ASN inisial ID.

Laporan diterima langsung oleh La Ode Abdul Razak, staf penerimaan laporan Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S). Proses klarifikasi berlangsung selama dua jam, yakni mulai sekitar pukul 10.00 Wita s/d pukul 12.00 wita. Di mana pelapor diminta menjelaskan secara rinci uraian peristiwa yang terjadi.

"Kami menerima laporan pelapor sesuai dengan prosedur yang berlaku. Selanjutnya akan disampaikan kepimpinan dilakukan pleno untuk melihat keterpenuhan syarat formil dan materil," jelas Kordiv P3S Mustar melalui Razak.

Sementara itu, pelapor Rahman, menjelaskan laporan ini merupakan hasil investigasi mendalam yang dilakukan Tim Satgas Bahtera di lapangan. Semua bukti telah diserahkan kepada pihak Bawaslu Muna.

Ke empat ASN tersebut telah lama dalam pantauan tim dan diduga secara aktif dan terang-terangan menunjukkan dukungan kepada salah satu pasangan calon (Paslon) dalam Pilkada Muna.

"Kami sudah memantau mereka. Ini baru langkah awal. Sekda sudah mengingatkan ASN untuk berhati-hati dan tidak melakukan gerakan tambahan. Jadi, kami tekankan kembali agar semua ASN tetap netral," tegas Rahman.

Ia juga menegaskan bahwa tim akan terus mengawasi dan siap membantu kerja-kerja Bawaslu Muna untuk melaporkan pelanggaran-pelanggaran lainnya jika ditemukan.

"Kami akan terus mengawasi dan siap melaporkan jika ada pelanggaran lain. Kami berharap semua pihak dapat menghormati proses demokrasi ini dengan menjunjung tinggi netralitas dan integritas," ungkapnya.

Juru Bicara Paslon BAHTERA, Ficky Mubaraq Natsir, menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk memantau aktivitas di lapangan.

"Kami sudah bergerak di lapangan. Kami ingin Pilkada Muna berlangsung damai dan teduh. Siapapun yang ingin bergabung dengan Bahtera, kami terima. Tidak ada kata terlambat," ujar Fiky saat mendampingi pelaporan ke Bawaslu.

Dengan adanya laporan ini, lanjut Ficky, Bawaslu diharapkan dapat segera merekomendasikan ke BKN untuk memastikan para Terlapor mendapat sanksi.