SMAN 5 Pasarwajo Sebut Jumlah Siswa, Prestasi Hingga Upaya Perolehan Akreditasi B

PUBLIKSATU, PASARWAJO - Selayang Pandang SMA Negeri 5 Pasarwajo, Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai dari jumlah siswa, prestasi diraih hingga upaya pencapaian status perolehan akreditasi B.
Kepala SMA Negeri 5 Pasarwajo, Halim Harisu, S.Pd mencatat jumlah siswa dan siswi di SMA Negeri 5 Pasarwajo pada tahun 2024/2025 berjumlah 132 orang dengan enam Rombongan Belajar (Rombel) mulai dari kelas Xll terdiri dari merdeka satu dan dua, kelas Xl dua kelas merdeka satu dan dua dan kelas X dua kelas merdeka satu dan dua.enam
SMA yang terletak di Desa Wangu-wangu, Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton tersebut didukung dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai dari SMP Negeri 48 Buton, SMP Negeri 15 Buton dan ditambah satu SMP Hendea.
Dikatakan, dua tahun belakangan penerimaan di sekolah tersebut mengalami penurunan sebagai misal saja pada tahun 2022 jumlah siswa bisa mencapai hingga 140 orang, berikutnya tahun 2023 sebanyak 137 orang dan tahun 2024/2025 penerimaan siswa hanya 40 orang sehingga berjumlah 132 orang.
Gedung SMAN 5 Pasarwajo (Murdin)
Adapun yang menjadi faktor menurunya penerimaan jumlah siswa di sekolah tersebut, menurut guru mata pelajaran ilmu Biologi ini, disebabkan kondisi penduduk setempat populasinya kurang besar.
"Jadi dia menurun, menurun bukan karena tidak ada yang sekolah hanya memang kondisi dari pada masyarakatnya, jumlah siswa yang ada di dua SMP tadi itu memang siswanya berkurang itupun desa dari desa Hendea sana itu sekedar saja 1-2 orang hanya itu saja, kalau mau ingin sekolah disini maka sekolah disini sehingga tambahnya 1 atau 2 orang," kata Halim Harisu ditemui di SMAN 5 Pasarwajo, Sabtu 11/1.
Berikut dari sisi akademik, sekolah tersebut tidak bisa juga dipandang sebelah mata pasalnya, SMA Negeri 5 Pasarwajo pernah menjuarai OSN pada tingkat Kabupaten Buton dan berhasil meraih juara l pada tahun 2021.
Pun, pernah berprestasi diajang OSN tingkat Kabupaten Buton namun hal itu tidak sebagaimana dalam ajang Olimpiade Sains ditingkat Provinsi di Sulawesi Tenggara beberapa kali mengikuti namun belum berhasil meraih juara.
"Alhamdulillah, untuk olimpiade sain nasional, kami selalu ikut berpatisipasi semua, dan tiap tahun kami selalu lolos hanya sampai pada tingkat provinsi, belum sampai pada tingkat nasional," ucapnya.
"Tapi kalau kegiatan non akademik tahun 2024/2025 kemarin kami mengikuti kegiatan Olimpiade Festival FL2SN mewakili Kabupaten Buton, jadi kami mewakili Kabupaten Buton delapan cabang kegiatan kami ikuti itu mewakili SMA/SMK se-Kabupaten Buton untuk di Provinsi Sulawesi Tenggara walaupun kami tidak dapatkan juara," ujarnya.
Meski begitu, sekolah yg dipimpin Halim harisu tahun 2021 memperoleh status akreditasi B dari sebelumnya tidak terakreditasi. "Semua itu berkat kerja keras serta kekompakan kami semua mulai dari stakeholder masyarakat di desa waangu-wangu dan desa kaongke ongkea, termasuk seluruh warga sekolah kepala sekolah, guru dan tenaga Kependidikan", ungkap Halim harisu.