Berita Terkini
Kepton

Demo Tuntut Pj Bupati Busel Mundur, Ridwan Badallah Minta Maaf

Oleh Nusma Nagara Muli · Selasa, 21 Januari 2025 03:24 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Demo Tuntut Pj Bupati Busel Mundur, Ridwan Badallah Minta Maaf
Pj Bupati Busel menyampaikan klarifikasi dugaan kekerasan saat hearing di DPRD Busel (Nusma)

PUBLIKSATU, BATAUGA-- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Pejuang Rakyat (Gempar) Sultra menggelar unjuk rasa, Senin (20/1/2025).

Mereka menyoal dugaan Pj. Bupati Busel Ridwan Badallah melakukan tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap salah satu mahasiswa Sultra Irsan Aprianto Ridham di Jakarta Timur. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur.

Dalam tuntutan massa mendesak Pj. Bupati Buton Selatan untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Pj Bupati Buton Selatan.

Meminta DPRD Busel untuk mengeluarkan surat rekomendasi kepada Mendagri RI untuk mencopot jabatan Pj. Bupati Busel. Karena diduga sudah melanggar kode etik ASN yaitu melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap salah satu mahasiswa Sultra di Jakarta Timur.

Meminta DPRD Kab Busel untuk mengawal kasus yang melibatkan Pj. Bupati Buton Selatan sampai tuntas.

Massa aksi langsung ditemui Pj Bupati Busel Ridwan Badallah, sejumlah kepala OPD Wakil Ketua DPRD dan sejumlah anggota DPRD Busel. Mereka melakukan rapat dengar pendapat di aula kantor DPRD Busel.

La Ode Yufandi Korlap aksi, meminta klarifikasi terhadap PJ Bupati Busel dugaan keterlibatan terhadap kasus tersebut

Ia juga meminta anggota DPRD Busel untuk tegak lurus dengan DPRD tingkat Sultra yang telah membuat surat rekomendasi Kemendagri terkait pencopotan Pj. Bupati Buton Selatan.

Pj Bupati Busel Ridwan Badallah menyampaikan permohonan maaf karena baru bisa hadir di tempat ini. Karena beberapa hari ada perjalanan dinas di Jakarta terkait pembangunan Buton Selatan.

Ridwan membenarkan dilaporkan pihak tertentu kepolisi yang diduga melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap mahasiswa. Namun sampai saat ini pihaknya belum menerima surat panggilan untuk memberikan keterangan di Polres Jakarta Timur.

Melalui forum ini lanjut dia, pihaknya menyampaikan bahwa tidak pernah melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap salah satu mahasiswa Sultra. Apalagi sampai pada penculikan.

Kadis Kominfo Sultra ini menjelaskan, kasus ini sudah di tangani oleh pihak kepolisian. Apabila terbukti melakukan tindakan intimidasi dan kekerasan maka saya akan mengundurkan diri sebagai PJ. Bupati Buton Selatan.

"Saya orang sprotif demi Allah kalau saya terbukti melakukan tindakan kekerasan atau pemukulan hari ini saya ditetapkan tersangka maka saya langsung mengundurkan diri tanpa diminta pun," tegasnya.

Ridwan juga membenarkan memang ada pertemuan bersama pelapor dan teman-temannya di salah satu warung kopi di Jakarta dengan pelapor. Untuk mendiskusikan terkait persoalan pemerasan pelapor terhadap dirinya. Setengah jam pertemuan itu tidak ada pemukulan apalagi intimidasi maupun penculikan.

Bagikan