Polemik Sekda, Bupati Adios Beri Sinyal Rombak Kabinet
Bagikan

PUBLIKSATU, BATAUGA—Dinamika pencopotan Sekda La Ode Budiman secara politik mulai menemui titik terang. Betapa tidak Bupati Busel H Muhammad Adios mengakui jabatan Plh Sekda Jaudin. Namun demikian ia memberi sinyal tidak menutup kemungkinan ada perombakan birokrasi secepatnya.
Semua tergantung Bupati dan Wabub H Muhamad Adios-La Ode Riswal. Pemimpin baru itu memiliki gaya tersendiri menentukan kabinet yang untuk mensukseskan janji-janji politiknya saat kampanye sesuai visi dan misinya.
Sebelumnya, Sekda devenitif La Ode Budiman dan 99 pejabat lainya oleh Pj Bupati Ridwan Badalah (RB) satu hari menjelang akhir masa jabatanya didepak dari kursi jabatanya. Dampaknya, saling klaim jabatan terlihat pada apel pagi Senin (24/2/2025) lalu. Semua sudah tahu.
Diketahui Sekda devenitif La Ode Budiman merupakan mantan Pj Busel dua tahun pasca era Bupati H La Ode Arusani yang juga iparnya. La Ode Budiman merupakan adik kandung anggota DPRD Busel Hj Ruhania, ibu kandung Wabub Busel La Ode Riswal.
Dinamika birokrasi ini menarik. Semua hak Preoregatif pasangan Bupati-Wabub H Muh Adios dan La Ode Risawal. Belakangan La Ode Budiman mengakui tak pernah dikonfirmasi terkait alasan kesalahan dirinya dicopot Pj Bupati Ridwan Badallah. Dinamika berkembang, La Ode Budiman mengaku sudah melaporkan hal tersebut ke Bupati H Adios di Jakarta. Hasilnya akan dikonsultasikan di Kemendagri dan dievaluasi.
Ketua DPRD Busel Dodi Hasri menyatakan sudah bersikap secara lembaga akan menindaklanjuti penyelesaian kisruh konflik birokrasi di Busel. Pihaknya akan menyarankan Bupati-Wabub untuk melakukan evaluasi kembali pelantikan sebelumnya.
“Kita sangat sayangkan terjadi seperti ini. Kami tidak ingin Busel ini ada kegaduhan seperti ini terus. Kami akan rekomendasikan kepada Bapak Bupati (baru) agar mengevaluasi kembali pelantikan sebelumnya,” ujarnya saat menerima aspirasi mahasiswa Gerakan Mahasiswa (Gema) Busel.
Dikatakan, pihaknya juga mendapatkan informasi persetujuan teknis (Pertek) dan izin yang diterbitkan Kemendagri terkait pelantikan pejabat di Busel hanya 13 orang. Tapi yang dilantik justru lebih dari jumlah itu.
“Ini jelas ada yang tidak sesuai prosedur,” tegasnya.
H Adios: Tempatkan Sesuai Disiplin Ilmunya
Kemarin, Bupati Busel H. Muhammad Adios kepada wartawan mengaku bakal melakukan evaluasi kinerja Sekda dan seluruh birokrasi di Busel untuk memastikan apakah bekerja atau sebaliknya dan memastikan merombak jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Untuk kepastian ini saya kan harus melihat kinerja masing-masing karena untuk Sekda ini sudah ada juga yang dikeluarkan oleh Ridwan Badallah tapi kan dengan kehadiran saya akan ada evaluasi kerja," ujar Adios kepada awak media, kemarin.
Jendral ASN itu kata Adios sangat penting, karena akan membantu dirinya dalam menjalankan roda pemerintahan dan seluruh kebijakanya.