Jalan Utama Roboh, Warga Bajo Geram Atas Kinerja Kepala Desa Lamanggau
Bagikan

PUBLIKSATU, TOMIA - Warga Bajo Lamanggau Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara, geram atas kinerja Kepala Desa Lamanggau yang dianggap tidak memadai. Kegusaran warga dipicu oleh kondisi jembatan yang merupakan jalan utama warga Bajo roboh dan belum juga diperbaiki. Kondisi ini telah menyebabkan kesulitan bagi warga Bajo untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
"Kami sangat kecewa dengan kinerja Kepala Desa Lamanggau. Jembatan yang roboh ini telah menyebabkan kami kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari," kata La Tola warga Bajo Lamnggau (selasa,04/03/2025).
Namun, warga Bajo Lamanggau tidak tinggal diam. Mereka secara gotong-royong bekerja bakti untuk membuat jembatan sementara dari bambu.
"Kami harus bergerak cepat untuk membuat jembatan sementara agar warga dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan lancar," Ujar Roslina Kepala Dusun Lasoilo Bajo Lamanggau, (selasa,04/03)
Diketahui Iskandar Kepala Desa Lamanggau telah menjabat selama 5 tahun, namun ironinya, jembatan yang menghubungkan daratan Dusun Ketapang dan Dusun Lasoilo masih belum diperbaiki. Jembatan yang sudah tua dan rusak ini telah menjadi sorotan bagi warga desa. Mereka merasa tidak diperhatikan atas kebutuhan dasar warganya.
"Kami sudah 5 tahun menunggu perbaikan jembatan ini, namun tidak ada tindakan yang signifikan dari Kepala Desa” ungkap La Tola.
Untuk mengatasi kesulitan ini, warga Bajo Lamanggau terpaksa membuat jembatan sementara dari bambu. Jembatan ini dibuat dengan gotong-royong oleh warga dan di pandu oleh Serda Mus Muliono Babinsa Desa Lamanggau. Pembuatan jembatan sementara ini diharapkan dapat digunakan sebagai penghubung sementara hingga jalan utama dapat diperbaiki.
"Kondisi jembatan yang roboh memang sangat menghambat aktivitas warga sekitar. Namun, karena keterbatasan dana, kami terpaksa membuat jembatan sementara dari bambu. Ini adalah solusi yang paling efektif dan efisien untuk sementara waktu." Ungkap Serda Mus Muliono (selasa,04/03).
Dalam hal ini, Iskandar sebagai Kepala Desa Lamanggau telah merespon apa yang menjadi keluhan Warga Bajo Dusun Lasoilo Desa Lamanggau, dan jembatan yang roboh akan diperbaiki dengan menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2025.
“untuk program pembuatan jembatan di Bajo kita sudah anggarkan ditahun 2024, tetapi belum terealisasi karna saat itu anggaran belum dicairkan kemudian akan menyebrang ke tahun 2025, jadi pembuatan jembatan di Bajo kita masukan di program pembangunan desa tahun anggaran 2025, dan kami tinggal tunggu penetapannya saja” jelasnya (Rabu,06/03).
Lanjut Iskandar,” Saya sangat mengapresiasi atas kerjasama warga Bajo dalam bergotongroyong untuk membuat jembatan sementara. Harapan kami kepada Warga Bajo agar bersabar sambil menunggu penetapan anggaran 2025 dan semoga tahun ini program pembuatan jembatan bisa terealisasikan.(P7)