Bangunan MIN Kolese Tergolong Tua, Kamad: Beresiko dan Penerimaan Siswa Minim

PUBLIKSATU, BAUBAU - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Baubau atau biasa dikenal MIN Kolese tercatat sekolah memiliki usia puluhan tahun sehingga kondisi bangunan pun terlihat sangat memprihatinkan.
Cikal bakal berdasarkan SK MIN Kolese dibangun sejak tahun 2000 an sebelum menjadi negeri dikenal sebagai Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Barokah dan pada tahun 2006 berdasarkan dikeluarkan berubah status menjadi negeri.
Kepala Madrasah (Kamad) MIN 2 Baubau, Ikhsan S.Pd SD mengungkapkan berbagai problem terjadi di sekolah tersebut sudah mengalami kerusak parah seperti kondisi pondasi bangunan sudah terkelupas alias berlubang.
Selain pondasi, kerusakan lainya juga seperti atap-atap bangunan terlihat sudah tidak layak dipertahankan karena mengalami karatan dan berdampak pada atap sudah pada bocor-bocor sehingga pada kondisi hujan otomatis air masuk didalam.
Kerusakan lainnya, kondisi dinding bangunan mengalami kerusakan seperti dinding sudah terkelupas dikarenakn kondisi bangunan tergolong sudah tua.
"Namun yang menjadi permasalahan yang kami hadapi disini adalah bangunannya sudah lama," beber Ikhsan kepada koran ini ditemui di kantornya, sabtu 8/3.
"Kondisi yang terjadi disini ada sebagian gedung fondasinya itu sudah terkupas bahkan anak-anak sudah bisa masuk didalamnya, atap banyak berkarat sudah banyak diganti karena bocor dan dinding sudah terkupas," benernya.
Dampak lainnya, lanjut dia, masyarakat setempat sangat minim yang mau menyekolahkan anak-anak mereka (Red-masyarakat) di sekolah tersebut karena mengingat kondisi bangunan sekolah beresiko.
"Kami sendiri dari MIN 2 ini kadang tiap tahun itu paling banyak 15 orang penerimaan siswa baru dan mereka itu lari ke SD 1,2 dan 3 Lowu-lowu," ujarnya.
"Kemudian orang tua kebanyakan melihat bahwa pandangan mereka melihat itu gedungnya dulu supaya dia melihat itu anaknya ada kenyamanan, kesenangan setelah itu dia melihat jumlah gurunya," katanya.
Atas kondisi bangunan sekolah tersebut, ia berharap agar pemerintah dalam hal ini pihak Kementerian memberikan perhatian serius untuk menyelesaikan permasalahan dihadapi sekolah tersebut.
Sebelumnya, pengusulan perbaikan bangunan sekolah sudah pernah dilakukan hal itu sudah diusulkan Kepala Madrasah sebelumnya yakni Abu Bakar sejak tahun 2019 namun belum ada tindak lanjut. Pada tahun 2022 pengusulan kembali dilakukan.