Baubau

Bappeda Baubau Gelar Forum Konsultasi Publik RKPD 2026

Oleh Ramli Akhmad, Publik Satu · Rabu, 12 Maret 2025 02:59 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Bappeda Baubau Gelar Forum Konsultasi Publik RKPD 2026

PUBLIKSATU, BAUBAU – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Baubau menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Baubau Tahun 2026. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau, La Ode Fasikin, yang mewakili Walikota dan Wakil Walikota Baubau.

Dalam sambutannya, La Ode Fasikin menekankan pentingnya pelaksanaan tagline "Kerja Bersama" untuk mewujudkan Baubau sebagai kota budaya yang ramah, cerdas, sejahtera, dan bermartabat. Forum ini mengusung tema pembangunan Kota Baubau sebagai "Kota Budaya yang Inklusif", yang mencerminkan aspirasi masyarakat terhadap warisan budaya dan sejarah Kesultanan Buton. Tema ini juga menegaskan komitmen untuk menghargai dan menghormati semua orang tanpa memandang perbedaan latar belakang, jenis kelamin, ras, usia, atau orientasi.

La Ode Fasikin juga menyoroti perkembangan perencanaan pembangunan yang terus bertahap dan berkelanjutan. "Jika pada tahun-tahun sebelumnya fokus kita adalah pada output, maka kini kita bergerak ke outcome, dan sejak 2017-2018, pembangunan sudah diarahkan pada dampak yang lebih luas," ujarnya.

Forum ini menghadirkan sejumlah pemateri terkemuka, di antaranya Drs. Sumedi Andono Mulyo, MA, Ph.D (Direktur Perencanaan dan Pengembangan Proyek Infrastruktur Prioritas Nasional Bappenas RI), Prof. Ir. Sumbangan Baja, M.Phil., Ph.D, serta Waode Muslihatun, SE, MA (perwakilan Bappeda Sulawesi Tenggara). Turut pula Kepala Bappeda Kota Baubau, Dr. Dahrul Dahlan, S.STP, M.Si.

Drs. Sumedi Andono Mulyo memaparkan arah kebijakan pembangunan nasional tahun 2025-2029, mewujudkan asta cita presiden Prabowo dan Kota Baubau melakukan sinkronisasi dengan arah pembangunan nasional.

.

Prof Ir. Sumbangan Baja, M.Phil., Ph.D menekankan bahwa mengelola kota harus berdasarkan fungsi kota. Akhir pemaparannya dosen unhas ini menutup dengan quotes if you fail to plan, you are planning to fail”.

Sementara Waode Muslihatun fokus pada rekomendasi lokasi program prioritas Kota Baubau sesuai Rancangan Teknokratik RPJMD Provinsi Sulawesi Tenggara 2025-2030 dan revisi RTRWP 2014-2034. Forum ini ditutup dengan penyampaian materi dari Kepala Bappeda Kota Baubau.

Melalui forum ini, semua pihak berharap dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan visi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, serta memastikan bahwa Baubau tetap menjadi kota yang menghargai warisan budaya dan layak sebagai calon ibukota Provinsi Kepulauan Buton. (p4)

Reporter: Jeklin Syabab

Bagikan