Berita Terkini
Baubau

SD IT Insan Cendekia Tekankan Akhlak dan Agama Kepada Siswa

Oleh Murdin · Senin, 17 Maret 2025 03:59 WIB · 2 menit baca
SD IT Insan Cendekia Tekankan Akhlak dan Agama Kepada Siswa
Kepala SD IT Insan Cendekia, Rasiun. (Murdin)

PUBLIKSATU, BAUBAU - SD IT Insan Cendekia Kota Baubau yang kini berusia sembilan tahun memiliki siswa dan siswi sebanyak 320 orang. Sekolah tersebut berlokasi di Keluarahan Lipu, Kecamatan Betoambari.

Sekolah yang bernuansa islami tersebut diketahui mulai dirintis pada tahun 20216 silam. Dan diawal-awal mulai berjalannya sekolah tersebut siswa dan siswi yang masuk di sekolah baru sebatas tujuh orang.

Kepala Sekolah SD IT Insan Cendekia, Rasiun mengatakan bermula dari tujuh orang siswa kemudian tiga orang diantaranya tidak bertahan alias pindah sekolah sehingga tersisa empat orang.

"Dari empat inilah anak kesayangan, kenapa bilang kesayangan? Karena merekalah cikal bakal terjadinya SD IT," kata Rasiun ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

"Dari empat inilah kita berharap terus sampailah sekarang 300 lebih dan dari empat ini ditahun kedua bertambah menjadi 15 dan itulah terbentuknya SD IT diakui oleh dari pemerintah sehingga keluar SK tentang pendirian SD IT," bebernya.

Berbeda dengan sekolah pada umumnya, menurutnya, antusias masyarakat menyelolahkan di SD IT sangat tinggi hal itu mengingat kekhawatiran para orang tua tentang akhlak anak mulai tergerus.

"Bukan tidak percaya dengan SD umum tapi SD umum tentang agama tidak jadi prioritas misalnya tentang akhlak kurang prioritas maka terbentuklah pikiran beberapa orang tua sehingga mereka mungkin lebih coba kita buat sekolah yang intinya anak-anak terjaga akhlaknya kemudian terbimbing agamanya," tuturnya.

"Nah dari tahun ke tahun kita terus berbenah tapi yang tidak pernah hilang dari kita adalah bagaimana anak-anak di SD IT itu terjaga akhlaknya kemudian minimal kita membiasakan ibadahnya terarah sehingga dari pembiasaan seperti ini akan menjadi bekal untuk mereka baik itu nanti di SMP di SMA karena pembiasaan dibawa dari kecil," ujarnya.

Ada yang menarik dari sekolah SD IT, sekolah yang memprioritaskan akhlak yang merupakan perwujudan agama tersebut tergambar dari tutur kata sehari-hari dilingkungan sekolah itu sedikitpun mengucapkan kata-kata kasar.

"Dan saya kagumi sampai sekarang ada di SD IT ini yang sangat kecil sekali tidak artinya tapi bagi saya itu sangat berarti sekali kata "bodoh" di SD IT tidak, kata bodo tidak boleh terucap untuk teman apa lagi itu kata-kata tidak baik," tandasnya.

Prliput: Murdin