Keunikan Masyarakat Wakatobi Setelah Merayakan Lebaran Idul Fitri
Bagikan

PUBLIKSATU, TOMIA - Masyarakat Wakatobi memiliki keunikan tersendiri setelah merayakan Lebaran Idul Fitri. Salah satu keunikan tersebut adalah banyaknya acara pernikahan yang digelar. Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, masyarakat Wakatobi biasanya merayakan Idul Fitri dengan suka cita dan kemudian dilanjutkan dengan acara pernikahan yang meriah.
"Di bulan Sawal ini merupakan bulan yang menjadi pilihan masyarakat wakatobi untuk melangsungkan acara pernikahan" ungakp Handoko, Tokoh masyarakat Tomia pada Minggu (6/4/2025).
Selain acara pernikahan, masyarakat Wakatobi juga sering mengadakan acara aqiqah dan sunatan setelah Lebaran Idul Fitri. Aqiqah adalah acara yang dilakukan untuk memperingati kelahiran anak, sedangkan sunatan adalah acara yang dilakukan untuk memperingati khitan anak laki-laki. Kedua acara ini biasanya diadakan dengan meriah dan dihadiri oleh banyak tamu.
"Masyarakat wakatobi meyakini bahwa bulan sawal adalah bulan yang baik untuk melangsungkan pesta atau atau kegiatan-kegiatan yang mengundang banyak orang" lanjut Handoko
Keunikan lain dari masyarakat Wakatobi adalah pelestarian budaya Manca atau silat tradisional. Manca adalah seni bela diri tradisional yang berasal dari Wakatobi dan masih dilestarikan hingga saat ini. Setelah Lebaran Idul Fitri, masyarakat Wakatobi biasanya mengadakan acara pelestarian budaya Manca dengan menampilkan pertunjukan silat tradisional.
Dengan demikian, masyarakat Wakatobi memiliki keunikan tersendiri setelah merayakan Lebaran Idul Fitri, yaitu banyaknya acara pernikahan, aqiqah, sunatan, dan pelestarian budaya Manca. Keunikan ini menunjukkan bahwa masyarakat Wakatobi masih sangat menghargai tradisi dan budaya mereka.
Masyarakat Wakatobi juga sangat antusias dalam mengikuti acara-acara tersebut, karena mereka percaya bahwa acara-acara tersebut dapat mempererat hubungan sosial dan memperkuat identitas budaya mereka. Oleh karena itu, acara-acara tersebut selalu diadakan dengan meriah dan dihadiri oleh banyak tamu.
Dalam acara-acara tersebut, masyarakat Wakatobi juga menampilkan kesenian dan kebudayaan mereka, seperti tarian tradisional, musik tradisional, dan lain-lain. Dengan demikian, acara-acara tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk mempererat hubungan sosial, tetapi juga sebagai sarana untuk melestarikan budaya dan kesenian tradisional.
Dengan keunikan-keunikan tersebut, masyarakat Wakatobi dapat menunjukkan bahwa mereka masih sangat menghargai tradisi dan budaya mereka, dan bahwa mereka masih sangat antusias dalam mengikuti acara-acara yang terkait dengan budaya dan tradisi mereka (p7).