Mengenal Jaring Lamba, Alat Tangkap Ikan Tradisional Desa Lamanggau

PUBLIKSATU, WANGIWANGI-Jaring Lamba merupakan salah satu alat tangkap ikan tradisional yang digunakan oleh masyarakat Desa Lamanggau kec.Tomia Wakatobi. Jaring Lamba digunakan oleh nelayan Lamanggau sudah sejak lama turun temurun dan menjadi alat takakap ikan yang ramah lingkungan.
Jaring Lamba memiliki arti yaitu jaring adalah jaring pada umumnya, ukuran mata jaring ada yang besar dan kecil, sedangkan Lamba adalah kayu kecil yang berukuran 20 cm yang bejumlah ribuan dan diikat pada tali sepanjang 1000 m, kemudian ada "Bale" atau kayu panjang 3 m untuk di tancapkan pada lingkaran jaring. Jufrin sebagai nelayan Jaring Lamba menyatakan, "panjang jaring sekitar 20 m, sedangkan panjang tali yang di ikat apada ujung jaring kiri dan kanan yaitu 1000 meter," tuturnya pada Sabtu, (19/4).
Jaring Lamba dirancang khusus untuk menangkap ikan di perairan dangkal dan merupakan contoh dari kearifan lokal masyarakat nelayan. Alat ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penangkapan ikan, tetapi juga menjadi simbol tradisi dan budaya nelayan di Desa Lamanggau.
"Dulu nenek moyang kami menggunakan tali Lamba terbuat dari sabuk kelapa kemudian di gulung dan dijadikan sebagai tali, tapi sekarang sudah modern dan sangat mudah untuk mendapatkan tali," ujarnya.
Penggunaan Jaring Lamba menunjukkan kemampuan adaptasi masyarakat nelayan terhadap lingkungan sekitar dan kebutuhan mereka akan sumber daya laut. Selain itu, Jaring Lamba juga menjadi bagian dari identitas nelayan Desa Lamanggau, yang membedakan mereka dari komunitas lainnya. "Kegiatan melaut ini sudah menjadi identitas kami nelayan di Desa Lamamggau dan kami akan terus mempertahankannya" Tutupnya (p7).