Berita Terkini
Nasional

Pagi Ulang Tahun Mentan Amran: Usia 57 yang Penuh Keajaiban

Oleh Ramli Akhmad · Senin, 28 April 2025 22:09 WIB · 3 menit baca
Pagi Ulang Tahun Mentan Amran: Usia 57 yang Penuh Keajaiban
Mentan Andi Amran Sulaiman (ist)

PUBLIKSATU, JAKARTA--“Usia 55 dan 57 bukan cocokologi, bukan kebetulan. Ini rancangan Allah, jelas terpampang dalam Surah Yusuf ayat 55 dan 57, untuk kita yang mau merenung.” -Ustadz Adi Hidayat, kajian di kediaman Mentan Amran Sulaiman.

Pagi itu, 27 April 2025, kediaman megah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta bersinar bak permata. Sinar matahari pagi memantul di dinding-dinding elegan, ornamen mewah menghias setiap sudut, dan halaman luas dipenuhi tamu-tamu istimewa—pejabat berbaju rapi, kolega dengan senyum penuh hormat, dan sahabat dekat yang bawa tawa akrab—semuanya hadir untuk merayakan ulang tahun Amran yang ke-57.

Di tengah suasana hangat, sebuah mimbar sederhana berdiri gagah di ballroom megah, dengan tulisan emas “Allah” yang seolah mengajak semua untuk menyelami makna lebih dalam.

Ustadz Adi Hidayat melangkah ke mimbar, peci putih di kepalanya kinclong di bawah cahaya ballroom. dia bawa cerita dari dua tahun pengamatan bareng 20.000 sampai 30.000 ulama dan murid soal perjalanan Amran.

Ini bukan cuma soal ucapan selamat ulang tahun. Ini soal pencapaian luar biasa seorang anak Bone yang mengubah wajah pertanian Indonesia, dari pelantikan kembali di usia 55 sampai keberhasilan gemilang di usia 57, kayak cerita Nabi Yusuf di Al-Qur’an yang bikin kita takjub.

Bayangin seorang pria dari Bone, Sulawesi Selatan, anak seorang Babinsa Sersan Mayor yang tahu betul susahnya hidup dari sawah. Di usia 55, tepatnya 25 Oktober 2023, Andi Amran Sulaiman dilantik kembali jadi Menteri Pertanian.

Bagi sebagian orang, ini cuma soal politik. Tapi Ustadz Adi, yang udah ngamatin Amran dua tahun, bilang ini cermin Surah Yusuf ayat 55, saat Yusuf bilang.

“Jadikan aku pengelola harta negeri, aku bisa jaga dan punya ilmu.” Amran, yang besar dari kampung dan jadi pendiri Tiran Group, kayak dipilih Allah lagi buat ngurus sawah, ladang, dan pangan 270 juta orang.

Apa yang dia lakuin setelah dilantik? Langsung tancap gas! Amran potong 145 aturan yang bikin petani pening, alihin Rp1,7 triliun dari anggaran perjalanan dinas buat bikin pompa air massal, dan pastiin pupuk gampang didapat cuma pake KTP. Ini bukan kebijakan biasa, tapi bukti hati anak Bone yang ngerti jerit petani.

Pas krisis pangan global lagi serem-seremnya, Amran kayak Yusuf yang bawa harapan. Dia bikin sawah-sawah Indonesia tetep hidup, petani nggak cuma bermimpi panen, tapi beneran megang hasilnya. Dalam hitungan bulan, fondasi yang dia bangun udah bikin petani mulai tersenyum.

Pagi itu, di barisan depan kediaman megahnya, Amran duduk dengan kemeja putih, wajahnya tenang tapi penuh syukur. Pejabat, kolega, dan sahabat dekat yang hadir kayak bisa ngerasain: di usia 55, pelantikan Amran adalah titik awal kebangkitan pertanian Indonesia.

Di usia 57, tahun 2025, Amran bikin kita semua pengen tepuk tangan. Indonesia nyaris swasembada pangan! Beras melimpah, petani bisa panen sampai tiga kali setahun, dan impor beras yang biasanya bikin deg-degan? Nyaris nol. Ini nyambung sama Surah Yusuf ayat 57, yang bilang pahala akhirat lebih kece buat yang beriman dan bertakwa.

Swasembada itu kayak hadiah dunia, tapi yang bikin cerita ini spesial adalah kerja keras Amran—naikin harga gabah jadi Rp6.500 per kg biar petani nggak rugi, nyiapin irigasi Rp176 triliun buat masa depan.