Berita Terkini
Sultra

Target 1.400 Ton, Bulog Jalin Kerja Sama Dengan Pemda Muna Beli Jagung Petani Dengan Harga Rp 5.500/kg

Oleh Anuardin · Jumat, 2 Mei 2025 08:00 WIB · 3 menit baca
Target 1.400 Ton, Bulog Jalin Kerja Sama Dengan Pemda Muna Beli Jagung Petani Dengan Harga Rp 5.500/kg
Ketgam : Kabulog Muna Hendra Dionisius. ((Foto: Anuardin))

PUBLIKSATU, RAHA -- Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) cabang Kabupaten Muna akan membeli ribuan ton jagung petani di kabupaten Muna dan Kabupaten Muna Barat. Pembelian itu merupakan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional yang di canangkan oleh Presiden Prabowo.

Selah satu untuk mendukung program ketahanan pangan nasional adalah di sektor jagung dimana perum Bulog diberi tugas untuk menyerap 1 juta tonn jagung dari petani untuk periode 2025.

Dengan adanya penugasan itu, Kepala Cabang Perum Bulog Kabupaten Muna Hendra Dionisius mengatakan untuk Kabupaten Muna dan Muna Barat diberi tugas untuk menyerap jagung kuning sebesar 1.400 ton. Dengan target itu, Bulog bangun kerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Muna untuk menyerap jagung petani

"Untuk jagung kuning kami sudah lakukan pembelian di Petani dengan harga Rp 5.500/kg sekarang baru 60 ton yang kami serap di petani,"ungkapnya, Rabu, 30/04/2025

Hendra mengatakan perum Bulog membeli jagung petani di Muna tidak menetapkan standar kadar air, petani cukup membawa jagungnya di Pabrik Bea. Sebab biaya standarisasi kadar air ditanggung pemerintah.

Hal itu dilakukannya, karena Bulog tidak punya alat drayer atau pengeringan dan gudang maka Bulog bekerja sama dengan pemerintah Daerah Kabupaten Muna untuk menggunakan alat pengering pabrik jagung di Desa Bea Kecamatan Kabawo dengan membayar retribusi sesuai harga yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

"Sekarang standar kadar air jagung petani tidak kami batasi, karena ini akan disimpan lama maka kami yang lakukan dryer, kemudian kami karungi dan kami simpan di gudang dipabrik jagung di desa Bea, kami sudah bersurat ke pak Bupati untuk mengunakan pabrik jagung di Bea, tetapi kami bukan mengelola pabrik, pengelolanya ada dari UPTD Dinas Pertanian,"ujarnya.

Karena tidak menggunakan standar kadar air, maka pihaknya mengimbau kepada seluruh petani untuk menjual jagungnya untuk dibersihkan. Bila ditemukan maka jagungnya akan mengalami penyusutan.

"Untuk standar kadar air kami tidak batasi dengan harga Rp 5.500/kg hanya saja jagung petani yang datang tidak semuanya bersih, makanya kami sampaikan kepada petani mau bersihkan sendiri atau dibersihkan di Pabrik, sebab kalau dibersihkan akan terjadi susut, makanya kami minta kepada petani bawa jagungnya di pabrik, pastikan jagungnya harus dalam keadaan bersih,"tukas Hendra.

Hendra mengatakan, tak lama lagi akan masuk musim panen jagung, pihak Bulog menghimbau kepada petani jagung di Kabupaten Muna dan Muna Barat agar tanam jagung, soal harga petani tak perlu ragu dengan hasil panennya, sebab pemerintah melalui Bulog siap serap jagung petani dengan harga Rp 5.500 /kg.

"Jadi saya harapkan petani itu kembali menanam jagung, nanti akan dibeli pemerintah melalui Bulog dengan harga Rp 5.500/kg tidak ada potongan harga, hari ini Bulog beli langsung ke Petani, karena pembayarannya langsung ke rekening Petani hari itu, makanya kami akan minta foto Kopy KTP dan foto kopy buku rekeningnya,"pungkasnya.(Anuardin)