Berita Terkini
Sultra

Peringati Hari Diknas, Bupati Muna Sampaikan Pesan Medikdasmen

Oleh Anuardin · Sabtu, 3 Mei 2025 09:20 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Peringati Hari Diknas, Bupati Muna Sampaikan Pesan Medikdasmen
Ketgam: Bupati Muna H. Bachrun saat menjadi Irup Hari Diknas di Lapangan Kantor Bupati Muna. ((Foto: Anuardin))

PUBLIKSATU, RAHA --- Pemerintah Daerah Kabupaten Muna menggelar Upacara Hari Pendidikan Nasional tahun 2025 dilapangan upacara Kantor Bupati Muna, Jumat, 2/05/2025.

Hari diknas tersebut dihadiri oleh Bupati Muna H. Bachrun, Wakil Bupati Muna La Ode Asrafil, Ketua DPRD Kabupaten Muna Muhammad Rahim, forkopimda para kepala OPD dan pejabat eselon III serta para guru dan siswa.

Adapun tema yang diangkat untuk peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025 adalah "Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua".

Sebagai Inspektur Upacara, Bupati Muna Bachrun saat membacakan pidato Mendikdasmen menyampaikan, Peringatan Hari Pendidikan Nasional bukanlah sekadar seremonial tahunan yang ditandai dengan upacara bendera dan berbagai ragam lomba.

"Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum untuk kita meneguhkan dan meningkatkan dedikasi, komitmen, dan semangat untuk memenuhi amanat konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu, dan berkemajuan bagi seluruh anak bangsa,"sebutnya.

Kemudian lanjutnya, Undang-undang Dasar 1945 menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.

"Maka di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 disebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu,"ujar Bachrun.

Kemudian, Bachrun menyampaikan sesuai amanat konstitusi, tidak boleh ada diskriminasi atas dasar agama, fisik, suku, bahasa, ekonomi, jenis kelamin, domisili dan sebab- sebab lain yang menyebabkan seseorang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.

"Pendidikan adalah hak asasi dan hak sipil yang melekat dalam diri setiap insan baik sebagai pribadi maupun warga negara,"timpalnya.

Pada hakikatnya pendidikan adalah proses membangun kepribadian yang utama, akhlak mulia, dan peradaban bangsa. Secara individual, pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan fitrah manusia sebagai makhluk pendidikan yang dengannya manusia menguasai ilmu pengetahuan, memiliki keterampilan, dan berbagai kecerdasan yang memungkinkan mereka meraih kesejahteraan dan kebahagiaan material dan spiritual.

Dalam konteks kebangsaan, pendidikan adalah sarana mobilitas sosial politik yang secara vertikal mengangkat harkat dan martabat bangsa.

"Karena itu sangat tepat ketika Presiden Prabowo menempatkan pendidikan sebagai prioritas,"terangnya.

Sebagaimana disebutkan dalam Asta Cita keempat, Presiden Prabowo berkomitmen membangun sumber daya manusia yang kuat sebagai aktor dan agen perubahan yang mengantarkan Indonesia menjadi bangsa dan negara yang adil dan makmur.

Bagikan