Bupati Haliana Komitmen Pelestarian Budaya dan Percepatan Kepton Disuarakan dalam Halal Bihalal Masyarakat Wakatobi di Baubau

PUBLIKSATU, BAUBAU— Dalam acara Halal Bihalal Masyarakat Wakatobi di Kota Baubau, Bupati Wakatobi Haliana menyampaikan berbagai capaian dan komitmen strategis pembangunan, serta menyerukan penguatan kolaborasi antarwilayah untuk mendukung terwujudnya Provinsi Kepulauan Buton (Kepton).
Salah satu program yang disoroti dalam sambutannya adalah pemberian seragam sekolah gratis berbahan tenun lokal kepada seluruh siswa SD dan SMP di Kabupaten Wakatobi. Hal ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan pelajar, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi menenun dan membuka pasar bagi para pengrajin lokal.
“Sentuhannya berasal dari hasil karya masyarakat. Ini menjadi motivasi bagi ibu-ibu penenun untuk kembali aktif menenun. Harapan kami, program ini berkembang di Kabupaten Wakatobi dan bukan sekadar proyek pengadaan,” tegas Haliana.
Bupati Haliana juga menekankan pentingnya pelestarian budaya yang telah menjadi fokus utama dalam RPJMD Wakatobi, terutama di bidang pendidikan dan kebudayaan. Ia menilai kehadiran kepala daerah lain seperti Wali Kota Baubau, Bupati Buton Selatan, dan tokoh-tokoh masyarakat dalam acara ini menunjukkan kebangkitan semangat kolektif lintas daerah.
Dalam hal pemekaran wilayah,
Haliana menegaskan dukungan penuh terhadap pembentukan Provinsi Kepton. Ia mengapresiasi pencabutan moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) oleh pemerintah pusat dan menyerukan semua pihak untuk terus membangun komunikasi strategis.
“Ini momentum langka. Kita punya menteri dari daerah, Pak Bahlil di ESDM, juga perwakilan di DPR dan DPD RI. Semua ini kekuatan yang harus kita maksimalkan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Haliana juga menyampaikan bahwa dirinya aktif memperjuangkan Undang-Undang Daerah Kepulauan, sebagai Sekjen Asosiasi Pemerintah Kabupaten/Kota Kepulauan se-Indonesia. Ia menilai sistem perencanaan nasional yang terlalu darat-sentris membuat daerah kepulauan tertinggal dari segi anggaran dan pembangunan.
“Kita perjuangkan UU Daerah Kepulauan agar alokasi anggaran menjadi lebih adil antara daratan dan lautan. Potensi laut Indonesia 70%, tetapi baru 20% yang tergarap,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Wakatobi juga menyampaikan kesiapan daerahnya menjadi tuan rumah HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2026. Ia menjelaskan berbagai proyek penunjang seperti reklamasi untuk area pameran, pembangunan Masjid Raya Wangi-Wangi, dan pengembangan kawasan wisata wangi – wangi Selatan.
Selain itu, berbagai program strategis lain turut diungkapkan, termasuk:
• Rencana pembangunan Asrama Mahasiswa Wakatobi di Baubau dan Gorontalo;
• Pengembangan pelabuhan Pelni di Tomia dan Binongko;
• Pembangunan pasar modern di Wangi-Wangi;
• Penguatan sektor rumput laut sebagai program prioritas nasional;
• Fasilitas gratis BPJS 100% bagi seluruh masyarakat Wakatobi;
• Penyediaan akomodasi gratis bagi warga Wakatobi yang berobat di Baubau;
• Perjuangan DAK Tematik untuk pembangunan Kalidupa yang sempat tertunda.
Acara Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi momen silaturahmi bagi masyarakat waatobi, tetapi juga menjadi panggung bagi para pemimpin daerah untuk menyatukan visi membangun kawasan kepulauan. (P4)