Memperkuat pengelolaan perikanan dan Konservasi berkelanjutan : Wakatobi Terpilih Menjadi Lokasi Proyek ASEAN ENMAPS

PUBLIKSATU, WANGIWANGI- Kabupaten Wakatobi terpilih menjadi salah satu lokasi Proyek ASEAN ENMAPS (Effective Network of Managed Protected Areas) pada tahun 2025.
Proyek ini bertujuan untuk memperkuat pengelolaan perikanan berkelanjutan dan konservasi keanekaragaman hayati laut, serta mendorong pembangunan yang inklusif dan bertanggung jawab di wilayah Wakatobi.
Rapat koordinasi proyek ASEAN ENMAPS juga telah digelar di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara pada 4 Mei 2025, yang dihadiri oleh Bupati Wakatobi. "Alhamdulillah Kab. Wakatobi terpilih menjadi lokasi Proyek Asean Enmaps. Tujuan utama proyek ASEAN ENMAPS di Wakatobi adalah memperkuat pengelolaan perikanan berkelanjutan dan konservasi keanekaragaman hayati laut, serta mendorong pembangunan yang inklusif dan bertanggung jawab," ujar Haliana
Rapat koordinasi proyek yang berlangsung di Baubau membahas strategi dan rencana aksi untuk implementasi proyek di Wakatobi. Proyek ini melibatkan kerjasama antara negara-negara ASEAN dan mitra internasional, seperti Global Environment Facility (GEF) dan UNDP (United Nations Development Programme).
Proyek ini merupakan inisiatif kerjasama regional yang bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan kawasan laut yang dilindungi di wilayah ASEAN. Selain pengelolaan perikanan dan konservasi, proyek ini juga berfokus pada pembangunan yang inklusif dan bertanggung jawab di daerah yang terlibat.
Wakatobi terpilih sebagai salah satu lokasi proyek, menunjukkan komitmen terhadap pelestarian ekosistem laut dan pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.
"Proyek ini juga berfokus pada meningkatkan upaya konservasi melalui pembentukan jaringan kawasan lindung laut (MPA) untuk memastikan konektivitas laut dan keseimbangan ekologis" ungkap Haliana (p7).