Audiensi dengan Dirjen Tanaman Pangan, Bupati Muna Usul Bantuan Perluasan Lahan Jagung dan Sawah 2.461 Hektar

PUBLIKSATU, RAHA -- Bupati Muna H. Bachrun melakukan audiensi dengan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI. Pertemuan itu Bupati Muna menyampaikan sejumlah program ketahanan pangan berkelanjutan dan mensejahterakan serta mendukung pengembangan wilayah cepat tumbuh melalui pengembangan komoditas pangan, yaitu jagung dan padi, Kamis, 8/05/2025.
Untuk mendukung program itu, Bupati Muna mengusulkan 9 bantuan kegiatan kepada kementerian Pertanian yaitu, Kegiatan Cetak Sawah seluas 461 hektar, Perluasan Areal Tanam Jagung (Kegiatan Pembukaan Lahan Baru, 2.000 hektar), Penggiling Padi/RMU kapasitas 3 ton/jam sebanyak 1 unit
Kemudian, usulan bantuan Traktor Roda 4, sebanyak 25 unit, Traktor Roda 2, sebanyak 10 unit, Combine Harvester Padi, 3 unit, Pengering Jagung/Dryer Jagung kapasitas 5 ton, 2 unit, Pemipil Jagung, 10 unit dan Excavator PC 200, 2 unit.
Pada pertemuan itu Bupati Muna menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian dan Bapak Dirjen Tanaman Pangan selama ini atas segala bantuan dan perhatian kepada daerah Kabupaten Muna disektor pertanian.
"Kami berharap untuk terus terbangun sinergi program dan kegiatan serta dukungan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian,"ucap Bupati Muna, Bachrun.
Bachrun mengatakan bahwa dalam pertemuan itu dirinya menyampaikan Pemerintah Daerah sangat mendukung pembangunan pertanian khususnya di sektor tanaman pangan yang menjadi motor penggerak perekonomian daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional pengendalian Inflasi, pengentasan kemiskinan, perluasan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
"Sehingga penting sekali untuk mensinergikan program dan kegiatan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, khususnya kita di Kabupaten Muna,"ujarnnya.
Atas usulan itu, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Yudi Sastro memberikan tanggapan positif.
"Dirjen Pangan mendukung Pemerintah dalam mengambil peran penting dalam upaya khusus memproduksi jagung dengan spesifikasi food grade karena kebutuhan dalam negeri sangat tinggi dan hampir 100 persen impor apalagi telah didukung dengan fasilitas penanganan pasca panen yang telah ada,"ujar Bachrun.
Terkait upaya produksi jagung lanjut Bachrun, dengan spesifikasi food grade akan ditindaklanjuti bersama tim Kementan untuk menyusun roadmap atau rencana aksi dan memposisikan Kabupaten Muna sebagai lokasi percontohan.
Dalam upaya pemenuhan jagung spesifikasi food grade selama ini telah menjadi atensi Kemenko Bidang Pangan karena volume impornya terus bertambah sehingga perlu upaya khusus dalam negeri dan akan menjadi atensi khusus bagi Kabupaten Muna karena sudah mengambil langkah cepat dan progresif.
"Semua usulan akan menjadi bahan pertimbangan, terutama yang berkaitan langsung dengan upaya percepatan pencapaian ketahanan pangan berkelanjutan,"Pungkasnya. (Anuardin)