Berita Terkini
Kepton

Anggota DPRD Busel La Ode Asmin Reses di Pooogalampa, Jaring Aspirasi Warga

Oleh Nusma Nagara Muli · Kamis, 19 Juni 2025 00:43 WIB · 2 menit baca
Anggota DPRD Busel La Ode Asmin Reses di Pooogalampa, Jaring Aspirasi Warga
Anggota DPRD Busel La Ode Asmin menggelar reses di Desa Pooogalampa, Kecamatan Bauga, Buton Selatan (Nusma)

PUBLIKSATU, BATAUGA--Anggota DPRD Buton Selatan Dapil I (Batauga-Kadatua) La Ode Asmin menggelar reses masa sidang ke III Juni-September di Desa Pooogalampa, Kecamatan Batauga, Rabu (18/6/2025).

Reses kali ini untuk menjaring aspirasi apa yang menjadi kebutuhan, keluhan masyarakat konstituennya untuk diperjuangkan menjadi pokok pikiran wakil rakyat di DPRD Busel.

Kades Pooogalampa La Nabi menyatakan, ini kesempatan masyarakat menyampaikan aspirasi yang menjadi kebutuhan umum untuk diperjuangkan di DPRD Busel dan dimasukan dalam bentuk program di APBD Busel.

"Ini kesempatan yang sangat berharga untuk kita menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan kita apa yang menjadi kendala untuk diperjuangkan menjadi program di DPRD Busel," ujarnya.

Anggota DPRD Busel La Ode Asmin menyatakan, reses ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui dan melihat secara langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat konstituennya.

"Saya memilih mengawali reses ini dari Desa Poogalampa untuk mengetahui secara langsung apa yang menjadi kebutuhan kendala selama ini, sehingga bisa kami perjuangan melalui DPRD," ujarnya.

Ia juga berkomitmen akan mengawal dan memperjuangkan apa yang menjadi usulan kebutuhan masyarakat.

Dalam sesi diskusi masyarakat Desa Pooogalampa mengusulkan sejumlah pembangunan infrastruktur maupun program pemberdayaan.

Diantaranya infrastruktur dasar lampu penerang jalan umum (lampu jalan), pembangunan drainase, pembangunan jalan lingkungan yang diaspal untuk pengembangan pemukiman warga.

Sedangkan untuk program pemberdayaan yakni UMKM pemberian bantuan pemberdayaan (etalase atau gerobak jualan), alat-alat pertukangan. Bantuan pemberdayaan untuk pertanian pencegah hama penyakit pisang dan tumbuh-tumbuhan pangan lainya. Bantuan perikanan nelayan tangkap berupa jaring.

Dalam sesi diskusi juga sejumlah warga menyarankan berkaitan dengan kebijakan yakni

masyarakat meminta agar porsi nelayan yang melaut di sesuaikan dengan kapasitas alat tangkap.

Sehingga tidak saling mengganggu antara nelayan tradisional dengan nelayan yang memakai alat tangkap pukat cincin (purse seine) atau jaring insang (gill net). Sehingga tidak menimbulkan konflik antara sesama nelayan.(aga)