Berita Terkini
Baubau

SPMB Dibuka Lebih Dini, SMKS Kesehatan Baubau Prioritaskan Kwalitas

Oleh Murdin · Kamis, 26 Juni 2025 05:52 WIB · 2 menit baca
SPMB Dibuka Lebih Dini, SMKS Kesehatan Baubau Prioritaskan Kwalitas
Kepala SMKS Kesehatan Baubau, Abdul Malik Hud. ((Foto Murdin))

PUBLIKSATU, BAUBAU - SMK Swasta Kesehatan lebih dini membuka Sitem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026. Sekolah swasta tersebut pada pelaksanaan SPMB tidak begitu memfokuskan dari sisi kuantitas namun lebih prioritaskan kwalitas.

Kepala SMKS Kesehatan Baubau, Abdul Malik Hud mengatakan berdasarkan kalender pendidikan SPMB mulai secara serentak pada tanggal 23 Juni namun sekolah yang terletak di Kelurahan Katobengke, Kecamatan Betoambari memilih lebih awal pada 16 Juni 2025.

"Kalau kita lihat kalender pendidikan itu pertanggal 23 tapi karena kita mengingat proses belajar mengajar sudah selesai apalagi kita sekolah swasta jadi kita buka lebih dini," kata Abdul Malik Hud ditemui di SMKS Kesehatan Baubau, Selasa 24/06.

Proses pendaftaran yang sudah berjalan hampir dua pekan tersebut, kata dia, tercatat jumlah calon siswa yang sudah mendaftarkan diri berjumlah 10 orang. Kendati jumlah itu tidak begitu banyak pasalnya, jumlah yang tidak begitu banyak sejalan dengan tujuan dari sekolah itu sendiri.

Sementara itu, yang menjadi target penerimaan SPMB tahun ini 40-45 peserta didik dibagi menjadi tiga kelas. Diktakatan, dari tahun ke tahun jumlah tersebut sudah sangat maksimal dan sangat relevan apa yang menjadi tujuan SMK Kesehatan.

"Jadi SMK Kesehatan ini memang siswa yang mau mendaftar di kesehatan dan alhamdulillah setiap tahun kita berjalan seperti sekolah lainnya dan kita beproses dan syukurnya di kesehatan kita tidak pernah bertambah siswa dari tahun ke tahun," bebernya.

"Seperti pindahan, SMK Kesehatan tidak pernah menerima pindahan jadi kalau setiap tahunnya kita terima 20 maksimal yang selesai itu 20 tidak mungkin 21 karena kita jaga mutunya SMK Kesehatan karena kita tidak mau SMK Kesehatan itu SMK Kesehatan keluaranya apalagi jurusan perawat tidak bisa pasang infus, khet dll. Begitu juga farmasi tidak bisa baca ilmu resep, apalagi analis terkait sampel," tegasnya.

Apa saja jurusan yang ada di SMK Kesehatan? Pertama jurusan teknologi laboratorium medis, asisten keperawatan dan farmasi. Sementara itu yang menjadi target dari sekolah itu tiga Rombongan Belajar (Rombel) dan masing masing-masing rombel 15 orang.

Peliput: Murdin