Banjir Luapan Sungai Wandoke, H La Opo : Full Up di Balai Sungai Provinsi

BATAUGA---Dampak banjir luapan sungai Wandoke yang membelah antara Desa Gunung Sejuk dan Lipumangau, Kecamatan Sampolawa membuat sejumlah petani dan rumah warga merugi akibat banjir bandang.
Banjir terjadi Jumat (4/7/2025) lalu berdampak cukup luas. Sejumlah rumah kebun, kebun jagung, ubi milik masyarakat Desa Gunung Sejuk dan Lipumangau yang ada di sekitar bibir sungai terancam gagal panen.
seAkibatnya, kata dia, rumah kebun, fasilitas peralatan kebun tertinggal rumah kebun, petani yang menanam jagung ubi, pisang dan tanaman jangka pendek lain berdampak. Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.
"Tandon tempat penampungan air, rumah kebun, tanaman jagung, ubi pisang rata semua di rendam dan terbawa arus air yang begitu kencang," katanya ketika di hubungi media ini kemarin.
Ia menjelaskan, banjir bandang pernah terjadi paling parah 2003. Namun sudah dibuatkan talud. Namun kini kembali terjadi. Kata dia, penyebabnya air sungai tak mampu dibendung. Sementara kampung berada di dataran rendah seperti dusun Laporo Woru, Dusun Perjuangan.
Idealnya lanjut politisi dua periode ini, talud ditambah tinggi dan panjangnya. Sekitar 500 meter di Laporo Woru yang ditambah. Tingginya juga ditambah. Begitupun di wilayah Desa tetangga Lipumangau sekitar 100 meter panjangnya harus ditambah.
Menurutnya, saat banjir Wagub Sultra Ir Hugua juga sudah meninjau langsung. Wagub menginstruksikan ke Dinas Cipta Karya Provinsi untuk menindaklanjuti pembuatan talud tambahan melalui Dirjen Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV di Kendari.
"Kami juga sudah meminta Pemdes Gunung Sejuk dan Lipumangau untuk membuat proposal terkait itu. Kami juga dalam waktu dekat akan menindaklanjuti memfull up agar ini menjadi perhatian serius. Sebab sungai ini menjadi kewenangan Balai Sungai Sulawesi IV," ujar politisi PKB ini.
Ia berharap Pemda Busel juga melakukan upaya percepatan mendorong Pemprov Sultra untuk pembuatan talud sehingga tidak lagi terjadi banjir akibat luapan Sungai Wandoke.
Ia menambahkan BPBD Sultra juga sudah meninjau pasca banjir. "Mudah-mudahan ini secepatnya dilakukan tindakkanjut pembuatan talud," harapnya.
Intensitas curah hujan yang tinggi di wilayah Kepulauan Buton membuat sungai Wandoke tak mampu menahan debit air. Sungai yang besar di wilayah Busel itu meluap. Sejumlah rumah yang ada di Dusun Laporo Woru dan Gunung Sejuk Perjuangan terendam banjir. Bukan hanya itu jalan poros menuju Baubau, Lapandewa dan ibukota kecamatan juga ikut terendam.
Rumah kebun, sejumlah rumah warga, tanaman petani seperti jagung, ubi, pisang dan tanaman jangka pendek lain dihantam banjir bandang. Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.(aga)