Dinkes Temukan 41 Kasus Baru HIV/AIDS di Baubau pada Usia Produktif 15 Tahun ke Atas

PUBLIKSATU, BAUBAU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau mencatat, sebanyak 41 kasus baru kasus HIV/AIDS yang ditemukan pada semester l tahun 2025. Temuan kasus tersebut pada kelompok usia produktif 15 tahun keatas.
"Ada 41 kasus baru, yg ditemukan di layanan kesehatan Kota Baubau sd semester 1 tahun 2025," ungkap Kepala Bidang (Kabid) P2 Dinkes Kota Baubau, Yuslina kepada koran ini, Senin 07/7.
Yuslina menyebutkan, sebanyak 34 kasus pengidap dengan stadium HIV dan 7 kasus lainya dengan stadium AIDS dan semua pada kelompok usia produktif 15 tahun keatas.
Dikatakan, Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Kesehatan bersama seluruh jajarannya terus berupaya dalam pencapaian terget eliminasi HIV/AIDS tahun 2030 melalui berbagai strategi :
1. Peningkatan upaya pencegahan dengan terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang HIV, cara penularan, dan pentingnya pencegahan. Pencegahan Penularan Ibu ke Anak (PPIA) dengan memastikan ibu hamil dengan HIV menerima pengobatan dan perawatan yang tepat untuk mencegah penularan ke bayi.
2. Deteksi Dini/peningkatan testing dengan memperluas akses ke testing HIV termaksud skrining infeksi menular seksual (IMS) di fasilitas kesehatan terdekat. Dan Pelacakan Kontak untuk menemukan lebih dini dan mengobati individu yang terpapar HIV.
3. Pengobatan dengan Terapi Antiretroviral (ART): Memastikan ODHIV (Orang dengan HIV) mendapatkan ART secepatnya dan teratur untuk menekan viral load hingga tidak terdeteksi. Dan meningkatkan Kepatuhan Pengobatan ODHIV dalam menjalani pengobatan ART.
4. Mengatasi Kesenjangan dengan memperluas Akses Layanan terutama pada kelompok kunci dan populasi rentan untuk memiliki akses yang setara terhadap layanan pencegahan, testing, dan pengobatan HIV.
5. Penghapusan Stigma dan Diskriminasi terhadap ODHIV untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang cara penularan HIV, seperti melalui darah, hubungan seksual, cairan sperma, cairan vagina, dan jarum suntik yang tidak steril, membuat banyak orang masih salah menganggap HIV bisa menular melalui makan bersama, berenang bersama, atau menggunakan toilet bersama. Akibatnya, stigma ini sulit dihilangkan.
" Demikian sangat memerlukan keterlibatan masyarakat dalam upaya penanggulangan AIDS, termasuk organisasi non-pemerintah dan dunia usaha," harapnya.
Dengan “Kerja Bersama” semua pihak diharapkan target eliminasi HIV di tahun 2030 dapat kita capai dengan perwujudan 3.0. Nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, dan nol diskriminasi pada ODHIV.
Peliput: Murdin