Berita Terkini
Baubau

SMAN 2 Baubau Sambut Kedatangan 432 Siswa Baru Tahun Ajaran 2025/2026

Oleh Murdin · Sabtu, 19 Juli 2025 02:32 WIB · 2 menit baca
SMAN 2 Baubau Sambut Kedatangan 432 Siswa Baru Tahun Ajaran 2025/2026
Kepala SMA Negeri 2 Baubau, La Hidi (Murdin)

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Baubau, La Hidi S.Pd M.Pd mewakili seluruh tenaga pendidik di SMA Negeri 2 Baubau menyambut kedatangan peserta didik baru tahun ajaran baru 2025/2026.

La Hidiengatakan, kepada murid yang dinyatakan lulus selamat datang di SMA Negeri 2 Baubau jaga baik-baik amanah orang tua sudah diberikan mereka semoga mereka belajara maksimal di SMAN 2 Baubau dan saya berharap 3 tahun akan datang mereka saya akan upacarakan mereka sebagai alumni SMAN 2 Baubau.

"Mereka yang belum bernasib di SMA Negeri 2 Baubau saya ucapkan selamat mencari sekolah lain kehidupan ini belum tentu kita sukses ditempat ini tapi mungkin mereka dia akan sukses ditempat dia tuju," harap L Hidi kepada siswa baru, ditemui kemarin.

Dikatakan, SMA Negeri 2 Baubau tahun ini diberikan kuota 12 Rombongan Belajar (Rombel) setelah melalui berbagai macam proses pendaftaran menampung jumlah siswa pendaftar pada SPMB sebanyak 531 orang hanya saja, kata dia, sekolahnya diberi kuota 12 Rombongan Belajar (Rombel) atau 432 terakomodir jadi kurang lebih sekitar 99 orang dinyatakan belum lulus.

Yang terbanyak itu adalah jalur domisili sehingga domisili dia banyak sekali kemudian ada beberapa jalur tidak terpenuhi kuota seperti pindah tugas orang tua 5 persen sehingga disubsidi peserta domisili termaksud, begitu jalur afirmasi maka untuk mengisi diambilkan siswa jalur domisili

"Tentu setelah kebutuhan domisili 130 itu diambil dulu 130 kemudian surat pidah orang tua itu kurang lebih persen tidak cukup dari situ maka diurutkan lagi dari terjarak yang dibawahnya diurut lagi yang terdekat diambil untuk itu begitu seterusnya sampai terpenuhi 432," ujarnya.

Adapun sekolah pendukung, kata mantan Kepala SMA Negeri 6 Baubau ini, kalau domisili itu umumnya didominasi oleh dari SMP Negeri 2,3 dan 4 tapi kalau prestasi itu b didominasi diluar domisili dari bahkan luar kota mulai dari Busel, Pasarwajo bahkan ada dari Kalimantan dia ambil jalur prestasi tapi lulus bisa dipastikan

"Tidak banyak, tapi paling tidak kalau di prestasi itu 35 persen 35 persen itu dari 432 ya 100 lebih juga dia lebih banyak kuotanya dibanding afirmasi dan domisili tetapi semuanya terpenuhi karena prestasi ini tidak bisa diambilkan di domisili sebeum mereka saling menutupi," jelasnya.

"Jadi yang tidak cukup itu prestasi akademik todak cukup kuotanya maka diambilkan kuotanya prestasi non akademik sehingga mungkin sedikit sekali non akademik kami yang tidak lulus dan tidak sempat diambilkan di domisili," tutupnya.

Peliput: Murdin