Berita Terkini
Sultra

Pemdes Banggai Promosikan Puncak Jodoh Sebagai Objek Wisata Dengan Menggelar Fun Run

Oleh Anuardin · Sabtu, 26 Juli 2025 23:36 WIB · 2 menit baca
Pemdes Banggai Promosikan Puncak Jodoh Sebagai Objek Wisata Dengan Menggelar Fun Run
Ketgam: Pelaksanaan kegiatan Banggai Fun Run di Desa Banggai dihadiri 400 peserta dan sejumlah Kepala OPD, unsur Forkopimda. ( (Foto: Anuardin))

PUBLIKSATU, RAHA --- Pemerintah Desa Banggai menggelar Fun Run dalam rangka perkenalkan potensi wisata puncak Jodoh dan kuliner khas kaghimpi sebagai upaya strategis mendorong sektor ekowisata dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Kegiatan itu dihadiri oleh Sekda Muna Eddy Uga mewakili Bupati Muna H Bachrun. Dalam kegiatan Banggai Fun Run tersebut melibatkan 400 peserta, turut dihadiri sejumlah Kepala OPD, unsur Forkopimda.

Tampak antusias masyarakat mengikuti kegiatan Banggai Fun Run yang digelar di desa Banggai, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, Sabtu, 26/07/2025.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Banggai, La Ode Upa mengatakan, bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk aktivitas fisik semata, namun juga momentum untuk memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas.

“Kami ingin menunjukkan jika Desa Banggai tidak hanya kaya secara budaya dan alam, tapi juga siap menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Muna,” ujar Oval panggilan akrabnya.

Oval menerangkan, salah satu daya tarik yang diusung dalam kegiatan ini adalah Puncak Jodoh. Dimana puncak ini berada disebuah perbukitan alami yang menawarkan lanskap memukau dan kondisi angin yang ideal untuk aktivitas aeronautika ringan seperti menerbangkan layangan.

Kades juga mengatakan puncak Jodoh itu sudah pernah dikunjungi oleh pelayang profesional asal Jerman Wolfgang Bick yang juga anggota asosiasi pelayang dunia mengaku terpukau dengan potensi puncak Jodoh setelah mencoba menerbangkan layang-layang.

“Beliau menilai lokasi ini sangat cocok untuk festival layangan tingkat internasional karena memiliki kontur tanah yang landai, angin yang konsisten, dan pemandangan yang indah. Bahkan, ia menyebutnya sebagai salah satu lokasi terbaik yang pernah ia kunjungi,” jelasnya.

Ia juga menyebut, jika sosok Wolfgang sebelumnya juga telah memperkenalkan Kaghati Kolope layangan dari daun kolope khas Muna ke panggung dunia dan turut membantah klaim sejarah bahwa layangan tertua berasal dari Tiongkok, China.

Ia mengangkat fakta bahwa layangan pertama justru berasal dari tanah Muna yang kaya akan budaya maritim dan kearifan lokalnya.

Makanya kata Oval, Banggai Fun Run diharapkan menjadi tonggak awal dalam membangun citra Desa Banggai sebagai pusat wisata berbasis budaya, ekologi, dan sport tourism.

Tidak hanya mengandalkan narasi keindahan alam, namun juga berbasis data ilmiah, warisan historis, dan keterlibatan masyarakat.

“Mari kita jadikan Fun Run ini sebagai simbol transformasi desa, bukan hanya berlari secara fisik, tapi berlari mengejar kemajuan bersama. Dari Desa Banggai, untuk Muna, bahkan untuk dunia,”harapnya.