Berita Terkini
Kepton

Dua Kelompok Warga di Batauga Bentrok

Oleh Nusma Nagara Muli · Jumat, 1 Agustus 2025 00:46 WIB · 2 menit baca
Dua Kelompok Warga di Batauga Bentrok
KETGAM pagar dan rumah milik warga di perbatasan Desa Lampanairi dan Bola dirusak. (FOTO IST)

PUBLIKSATU, BATAUGA---Dua kelompok oknum warga bentrok di perbatasan dua Desa Lampanairi dan Bola, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Kamis (31/7/2025) dini hari.

Belum diketahui pasti penyebab dua kelompok oknum warga tersebut bentrok. Diduga pemicunya awal terjadi dugaan pelemparan batu salah satu oknum pemuda kemudian menyusul pemukulan di salah satu acara joget acara syukuran penutupan HUT ke 20 Desa Lampanairi, Kecamatan Batauga.

Kericuhan terjadi sekitar pukul 24.00 Wita berlanjut hingga di perbatasan dua desa tersebut. Sejumlah pagar, rumah warga, tempat jualan, fasilitas gapura perbatasan hancur dirusak.

Sejumlah pecahan batu berserahkan di jalan poros Lampanairi dan Bola. Dua desa ini berbatasan langsung. Tak jauh dari lokasi kericuhan rumah warga rumah padat penduduk.

Sejumlah warga orange tua Lansia, ibu-ibu dan anak-anak yang tengah tidur nyenyak panik atas kejadian ini. Histeris mencari perlindungan. Pasalnya, kericuhan membabi buta. Sejumlah benda mati seperti pagar, gapura perbatasan desa, kaca rumah warga atap rumah warga dirusak. Akibat dampak kericuhan.

Pagar milik warga yang mendiami perbatasan baru saja dibuat untuk persiapan menyambut HUT Desa Lampanairi dan HUT RI ke 80 rusak berserahkan di jalan poros Batauga. Serpihan batu berserahkan didepan rumah warga dan jalan.

Saling serang menggunakan batu pun terjadi di perbatasan dua desa.

Kerugian ditaksir puluhan juta rupiah. Informasi yang dihimpun kericuhan dipicu salah paham di lokasi acara joget yang jaraknya sekitar satu kilometer dari tempat joget.

Pantauan media ini, serpihan batu dan pagar milik warga patah dan berserahkan di jalan. Kaca rumah warga pecah. Atap rumah warga yang berbahan dasar mudah pecah hancur.

Menurut sejumlah warga yang enggan dimediakan namanya mengaku, kerusuhan itu melibatkan dua oknum kelompok pemuda Lampanairi dan Bola.

Warga meminta agar persoalan tersebut segera dicarikan solusi sehingga tidak terus berlanjut kemudian hari. Belum diketahui pasti korban atas kericuhan ini.

Sejumlah warga yang bermukim di perbatasan meminta agar dua kelompok oknum pemuda untuk menahan diri agar tidak terjadi perpecahan dua kelompok onknum pemuda.(aga)