Berita Terkini
Sultra

Bupati Muna Apresiasi Gagasan Warga Binaan Rutan Raha Rubah Hutan Mangrove Jadi Lokasi Wisata Alam

Oleh Anuardin · Sabtu, 9 Agustus 2025 15:00 WIB · 2 menit baca
Bupati Muna Apresiasi Gagasan Warga Binaan Rutan Raha Rubah Hutan Mangrove Jadi Lokasi Wisata Alam
Ketgam: Bupati Muna H Bachrun bersama rombongan saat melihat hutan mangrove Kawasan Industri PT. MPS Desa Lasalepa. ((Foto: Anuardin))

PUBLIKSATU, RAHA --- Upaya PT Mitra Pembangunan Sultra (MPS) membangun kawasan hutan mangrove menjadi tempat wisata mendapat dukungan penuh dari Bupati Muna H. Bachrun.

Bachrun tertarik dengan ide yang di gagas oleh La Ode Gomberto yang juga warga binaan Lapas kelas IIb Raha itu karena selain untuk menjaga kelestarian lingkungan hutan mangrove juga lokasi itu akan di jadikan sebagai budidaya kepiting bakau.

Warga binaan Lapas kelas IIb Raha La Ode Gomberto mengatakan dalam menjalankan program asimilasi yang sedang ia jalani dirinya membuat terobosan kepada PT. MPS untuk merubah kawasan mangrove menjadi lokasi wisata di wilayah Kabupaten Muna khususnya di Kecamatan Lasalepa.

"Dalam menjalankan program asimilasi justru disambut dengan baik oleh masyarakat dan pemerintah daerah, bahkan saya punya gagasan dulu saya akan membuat industri dalam taman," ujarnya, Jumat, 8/08/2025.

Gumberto menerangkan bahwa dengan membangun kawasan hutan mangrove menjadi lokasi wisata untuk bahwa industri tidak harus merusak lingkungan tetapi berdampingan bila dikelola dengan baik.

"Disitu juga saya akan patahkan mitos bahwa industri itu tidak merusak lingkungan sepanjang kita kelola dengan baik," ujarnya.

Olehnya itu dirinya juga mengucapkan terima kasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Muna dan masyarakat Lasalepa yang telah mendukung program asimilasinya.

"Terima kasih kepada Pemerintah Daerah Muna yang telah mendukung program ini, serta terima kepada masyarakat sekitar juga yang telah mendukung program-program perusahaan melalui CSR untuk konservasi mangrove” ucap Gomberto.

Dilain pihak, anggota Yayasan Hutan Biru (Blue Forest), Anastalia yang turut hadir dalam kunjungan tersebut memberi apresiasi kepada warga binaan Rutan kelas IIb Raha yang menjalani program asimilasi di PT MPS. Dimana dengan idenya dengan mengembangkan hutan mangrove menjadi kawasan mangrove dan ekowisata yang berlaku di kawasan industri milik PT. MPS.

Ia menyebutkan luas hutan mangrove yang ada di Kabupaten Muna mencapai 8.117 hektar dengan memiliki 21 jenis mangrove. Hal ini kata dia menjadi wilayah hutan dengan ekosistem mangrove terluas ketiga.

“Tentunya kami sangat apresiasi kepada pihak PT. MPS, Kedepannya, kita bisa membuat arboretum yang juga berfungsi sebagai lokasi penelitian. Banyak ekosistem disini, bisa kita manfaatkan sebagai jasa lingkungan dengan budidaya kepiting," ujarnnya.

Sementara itu Bupati Muna, H Bachrun yang datang melihat langsung hutan mangrove di kawasan industri PT. MPS menyampaikan apresiasi kepada gagasan yang di buat oleh pihak MPS.