Eks Eksekutif Pasar Modal, Pak Sutardi Ikut Distribusi Al Quran Bersama BWA di Kepulauan Buton

PUBLIKSATU, BAUBAU – Salah satu momen berkesan dalam program distribusi 30.000 wakaf Al-Qur’an yang dilakukan oleh Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) di Kepulauan Buton pada 11 – 19 agustus 2025 adalah kehadiran salah satu wakif, Bapak Sutardi, yang turut serta langsung dalam kegiatan tersebut.
Pak Sutardi, yang enam tahun lalu pensiun dari dunia pasar modal, menceritakan latar belakang perjalanannya sebelum terlibat dalam program wakaf ini. Ia terakhir menjabat sebagai Kepala Kredit Kontrol di MNC Sekuritas, setelah sebelumnya juga bekerja di Agung Sekuritas—perusahaan sekuritas yang awalnya dimiliki oleh grup Gunung Agung sebelum akhirnya diakuisisi oleh MNC Group. Kariernya dimulai di salah satu BUMN konstruksi, yakni PT Pembangunan Perumahan (PT PP).
Keterlibatan Bapak Sutardi dalam kegiatan distribusi wakaf Al-Qur’an bersama Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) di Kepulauan Buton berawal dari ajakan sahabat lamanya, H. Hazairin yang akrab disapa Babe.
Pak Sutardi dan Babe sudah saling mengenal sejak lama, khususnya saat keduanya masih aktif sebagai trader di lantai Bursa Efek Indonesia. “Kami dulu sama-sama di floor Bursa. Komunikasi sudah terjalin sejak lama, tapi baru belakangan ini intens kembali.
“Dulu kita sama-sama di lantai Bursa Efek Indonesia. Banyak perusahaan sekuritas berkumpul di sana, jadi komunikasi antar trader cukup erat. Dari situlah saya kenal dengan Babe (sapaan akrab salah satu penggerak BWA),” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan distribusi.
Pak Sutardi mengungkapkan bahwa semangat wakaf Al-Qur’an ini semakin tumbuh setelah wafatnya sang istri dua tahun lalu.
“Waktu itu, keluarga sepakat untuk berwakaf Al-Qur’an. Kami bermusyawarah dan akhirnya memilih BWA sebagai mitra. Ini bukan kali pertama saya berwakaf, tapi baru kali ini saya ikut langsung ke lapangan,” kenangnya.
Ia mengaku tersentuh menyaksikan sendiri bagaimana Al-Qur’an yang diwakafkan benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan. “Saya melihat perjuangan tim BWA luar biasa. Ini bukan hanya soal menyalurkan wakaf, tapi juga menghadirkan cahaya Al-Qur’an di tempat-tempat yang mungkin belum banyak tersentuh,” ujarnya.
Pak Sutardi pun berkomitmen akan mengenalkan program wakaf Al-Qur’an BWA ke rekan-rekan lamanya di dunia pasar modal. Ia berharap semakin banyak yang tergerak untuk mewakafkan Al-Qur’an melalui BWA. “Kalau ingin mewakafkan Al-Qur’an, jangan lupa Badan Wakaf Al-Qur’an. Saya sudah lihat sendiri bagaimana prosesnya sampai ke tangan penerima. Insya Allah amanah,” tutupnya. (P4)